Pandemi yang disebabkan COVID-19 tentu membawa dampak besar terutama bagi sektor ekonomi. Pelaku UMKM Bali adalah salah satu yang terkena pengaruhnya. Melihat hal ini We Love With Love hadir seperti memberi harapan baru bagi mereka terutama yang bergerak di bidang seni, budaya, pariwisata dan lingkungan.

we love with love menjadi oase bagi pengrajin dan seniman Bali di tengah pandemi

We Love With Love adalah sebuah yayasan yang diinisiasi oleh Ibu Novi Rolastuti atas dasar cinta kepada Tanah Air. Untuk itu yayasan ini meluncurkan kanal YouTubenya pada hari Sabtu 16 Januari 2021 lalu. Harapannya adalah We Share With Love dapat menyebarkan informasi positif terkait bangkitnya UMKM di masa-masa yang sulit terutama di Bali.

Sebagaimana yang kita tahu, Bali sangat terkenal dengan seni budayanya yang kental dan sakral. Kerajinan tangannya juga unik dan punya daya jual tinggi. Belum lagi berbicara alam Bali yang indah serta wisata baharinya yang sudah terkenal di di kancah mancanegara. Jadi, tidak heran Pandemi juga berdampak bagi sektor pariwisata Bali.

Bali Menjadi Pilot Project

Ibu Novi dan Tim mewawancarai para pengrajin dan seniman

We Love With Love Sebagai langkah awal, We Love With Love memilih Bali untuk dijadikan ‘trial’ program yang diusung. Bali dipilih karena memiliki potensi yang besar untuk bisa dikembangkan lebih maju lagi. Lagipula, Bali menyumbang APBN terbesar dari sektor pariwisata dan kini benar-benar merasakan dampak pandemi global ini.

Menurut data dari Biro Pusat Statistik (BPS) di tahun 2020 pada kuartal kedua, inflasi Bali mencapai minum 12,28% dan merupakan inflasi tertinggi selama mewabahnya COVID-19. Tentu ini angka yang sangat besar dibandingkan dengan rata-rata inflasi nasional yaitu di angka minus 5,32%.

Melihat polemik ini, Ibu Novi pun bergerak. Dalam beberapa bulan saja Ibu Novi bersama tim menemui 12 pengrajin dan seniman di Bali dan melihat sendiri bagaimana mereka berusaha bertahan. Di antara permasalahan yang dihadapi adalah permintaan produk kerajinan terbilang rendah, ketidaksiapan merambah dunia digital untuk promosi, dan sepinya panggilan ‘manggung’ bagi seniman.

Para pengrajin dan seniman ini mengaku mencoba tetap tersenyum dan membuat terobosan baru untuk tetap melakukan penjualan. Pandemi ini juga membuka kesadaran untuk lebih mencintai alam dan menjaga lingkungan serta hidup berdampingan dalam keharmonisan; Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh.

Launching We Love With Love

launching we love with love 16 januari 2021
Ibu Novi Rolastuti sedang berbincang dengan host, Titin Prapmika saat lauching We Love With Love melalui live streaming.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, We Love With Love telah meluncurkan kanal YouTube yang bisa dijadikan inspirasi bagi para pelaku UMKM untuk bisa lebih melihat peluang sekecil apapun. Dalam kanal YouTube ini juga bisa ditemukan video wawancara tim We Love With Love dengan para pengrajin dan seniman di Bali.

Launching channel YouTube ini bertemakan Donate, Shop, Share (Donasi, Berbelanja, Berbagi). Sebuah tema yang sangat powerful untuk mengajak semua kalangan untuk turut membangkitkan UMKM Indonesia khususnya di Bali.

Dalam wawancara dengan host, Titin Prapmika, Ibu Novi selaku founder mengatakan bahwa UMKM yang diprioritaskan adalah yang berpotensi. “Kita tidak lihat sedihnya, tapi kita lihat potensinya”, ujar beliau. ‘Bertahan iya memang, tapi berusaha juga harus”, tambah beliau lagi setelah menegaskan bahwa salah satu tujuan utama We Love With Love adalah saling support, saling bantu. Di sini Ibu Novi mengajak semua pelaku UMKM tetap berusaha melihat celah agar bisa bangkit dan terus berkembang dalam keadaan sulit sekalipun.

Sekilas Tentang Tari Lampah Nini

Yang paling ditumggu oleh pemirsa yang ikut dalam acara peluncuran yang dilaksanakan secara live streaming ini adalah pagelaran tarian bernama Lampah Nini. Tarian ini adalah hasil kolaborasi antara Maestro guru tari tradisional, Ibu Ni Ketut Arini dan Master of Art serta koreografer muda asal Bali I Komang Adi Pranata.

Tari Lampah Nini ini sarat akan makna dan cerita di baliknya. Tarian klasik ini bercerita tentang perjalanan hidup manusia yang berawal dari bayi hingga dewasa. Saat kecil, seorang anak selalu didampingi ibunya namun seiring berjalannya waktu, Ibu tidak bisa terus menemani anaknya.

Mau tidak mau si anak yang mulai beranjak dewasa pun dituntut untuk berani mengarungi kehidupan berbekal nyali yang belum begitu matang. Dalam pengembaraannya, si manusia dipertemukan dengan banyak hal, kehilangan, kesedihan, kebingungan, kebahagiaan, dan jelas itu bukan hal yang perlu dipersoalkan karena memang sudah hakikatnya. Tidak apa-apa tersesat dan melakukan kesalahan. Yang penting seberuntung apa kita mencari jalan kembali dan memaafkan diri sendiri.

Tarian ini seolah memberikan pesan renungan kepada kita semua bahwa ‘jika memang kita kuat menjalani hidup mengapa kita resah dengan masa depan dan selalu dikekang dengan kesalahan-kesalahan masa lalu?

Yang menjadi tari ini semakin indah bukan hanya dari sinopsisnya melainkan juga dari koreografi, gerak, lirikan dan ekspresi penari yang all out. Gerak dan lirikan penari sangat sakral dan mistis didukung latar tarian yang sedikit menyeramkan. Paduan musik dan efek pengambilan video pun menambah feel saat menonton pertunjukkannya.

Sukses terus kepada We Love With Love. Semoga selalu memberikan inspirasi kepada masyarakat luas untuk terus maju pantang mundur.

0 Shares:
25 comments
  1. Pandemi melahirkan banyak tantangan kehidupan yang tidak diduga. Dampaknya sangat terasa terutama untuk bisnis UKM. Pengusaha bermodal kecil tapi mampu menghidupkan sektor real di negara kita.

    Semoga program yang dicanangkan ini dapat dicontoh oleh daerah-daerah lain.

  2. Sebuah inovasi yang keren, sebagian besar karena pandemi terkena dampak diantaranya sektor ekonomi juga pariwisata.
    yayasan We Love We Bali ini menjadi wadah dan harapan bagi pelaku umkm ataupun seni tak patah semangat untuk terus bersinergi

  3. Keputusan yang tepat menjadikan Bali sebagai pilot projectnya program ini. Oya, udah tahu belum? Bentar lagi Kemenpar, Sandiaga Uno juga bakal berkantor di Bali selama pandemi. Hihihi. Enak banget yaaa si mas menteri.

  4. Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh…. keharmonisan yang harus selalu dijaga.
    Filosofi di balik Tarian Lampah Nini juga sangat menarik “Jika memang kita kuat menjalani hidup mengapa kita resah dengan masa depan dan selalu dikekang dengan kesalahan-kesalahan masa lalu.”
    Mengajak kita untuk tetap kuat dan optimis menghadapi masa depan.

  5. Hoa… suka banget saat Bu Novi bilang, “kita tidak lihat sedihnya, tapi kita lihat potensinya”. Dalam kondisi kayak sekarang, optimisme memang perlu dijaga ya. Enggak terbayang perjuangan pegiat UMKM sekarang ini. Cuma bisa mendoakan, semoga bisa terus bertahan dan semoga pandemi ini cepat pergi.

  6. wah keren banget nih gerakan we love withlove-nyaaa.. dimasa susah karena pandemi ini kita emang harus saling bantu sebisa mungkin yaaa.. terutama untuk umkm agar bisa terus berjalan yaaa

  7. Banyak banget pastinya yang terdampak di Bali. Saya terakhir ke Bali di bulan maret, persis banget waktu berita pertama kali ditemukan suspect covid-19 di Jakarta. Waktu itu suasana di Bali sudah mulai lebih sepi.
    Ternyata pandeminya berlangsung setahun ya. Padahal banyak orang yang menggantungkan diri dari pariwisata di Bali, Semoga dengan aktivitas seperti We Love With Love ini dapat menyadarkan kita untuk bisa membantu sesama kita yang terdampak karena pandemi, dengan berbagai cara yang bisa kita lakukan.

  8. Senangnya, makin banyak orang kreatif yang peduli dengan sektor budaya dan UMKM. Dengan begini industri kecil dan menengah semakin banyak mendapatkan ruang untuk bertumbuh.

  9. kalau lihat tarian itu ada beragam pesan yang bisa tersampaikan, pertama lihat tari lampah nini penarinya ekspresinya beremangat sekali ya, pas banget dengan keaaan pendemi ini harta terbesar adalah berani dan semangat hidup

  10. Programnya keren ini kak, mengajak semua kalangan untuk turut membangkitkan UMKM Indonesia khususnya di Bali. Karena UMKM Bali pada dasarnya sudah OK. Dengan adanya program we love with love tentu makin membuat semua lini berkembnag lagi.

  11. Tari lampah nini ini bagus banget filosofi nya. Bali mah kagak ada matinya. Meski pandemi kupikir bali cepat bisa bangkit. Bali tak mudah menyerah dan selalu bisa menemukan celah untuk bangkit kembali.

  12. Misinya bagus sekali, untuk saling dukung dan bantu. Support seperti ini memang dibutuhkan sekali saat kondisi seperti ini ya, karena melelahkan juga berada di titik bertahan saja. Semoga kebaikan tumbuh dari niat2 baik ini.

    Aku jadi nambah wawasan mengenai Tari Lampah Nini, isinya ceritanya ternyata menarik betul mengenai bgmn anak manusia bertumbuh.

  13. Dampak pandemi memang sangat terasa di semua sektor. Salah satunya sektor ekonomi. Menggalakkan lagi UMKM dan melakukan penyesuaian terhadap pandemi, seperti yang dilakukan lewat program We Love With Love ini memang sangat perlu dilakukan.

  14. Semoga dengan dukungan bnayak orang, gerakan ini bisa menolong banyak seniman dan pelaku umkm di Bali. Dan semoga keadaan segera pulih kembali..

  15. Beralasan banget ya Bali jadi Pilot Prohect apalagi sebelum pandemi pali sebagai pusat pariwisata pastinya mengalami dampak yang besar juga nih. Para UMKM harus ikut nonton siapa tau dapat isnpirasi dari para pelku UMKM

  16. Eh gimanaaa …. lirikan dan latar tarinya sedikit menyeramkaaaan? 😮
    Lepas dari urusan seram-seram itu, semoga kita semua dikasih kekuatan dan kesehatan untuk melewati masa-masa sulit ini.

  17. Memang harus diakui, Mbak Jasmi. Pandemi ini mempengaruhi semua sektor. termasuk pariwisata, di mana banyak sekali yang terkena dampaknya. Dari hptel, pemandu wisata, usaha kuliner, sampai penjual cindera mata.
    Makanya keren sekali langkah yang diambil ini. Saya suka sekali ucapan Ibu Novi, “Bertahan memang iya, tapi berusaha juga harus.”
    Makna sangat dalam tentang semangat dan terus berusaha.

  18. ku suka namanya, We Love with Love. Cinta ini memang relevan banget diangkat sebagai pesan utama di masa kini, baik di medsos maupun dunia nyata. Terutama untuk pengembangan potensi daerah seperti Bali, yang kaya banget, butuh perhatian bersama seperti kiprah yayasan ini. Aku yakin nilai-nilai budaya bisa dipertahankan dengan kolaborasi bersama, semoga Bali sukses sebagai pilot project.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like