Apa kamu berencana jalan-jalan ke Kuala Lumpur Malaysia dalam waktu dekat? Ada kabar baik untuk kamu. Sebuah jembatan baru dan unik yang bisa kamu gunakan untuk menyebrang dari Kampung Bharu ke KLCC sudah dibuka. Ibarat pribahasa “sekali dayung dua tiga pulau terlampaui”, kamu bisa mengunjungi Menara Kembar yang jadi ikon Malaysia sambil melewati jembatan yang memukau ini.

Kuala Lumpur adalah ibukota sekaligus kota terbesar Negara Malaysia yang ramai dan padat sekali penduduknya. Kuala Lumpur sudah sewajarnya disebut kota metropolitan karena pertumbuhannya yang sangat pesat baik dalam hal ekonomi, infrastruktur maupun jumlah penduduk. Kota ini pun menjadi salah satu destinasi yang paling sering dikunjungi wisatawan seluruh dunia termasuk Indonesia.

Saloma Link, Tarikan Wisata Terbaru di Kuala Lumpur Malaysia
Source: Instagram Lim Kok Hui

Salah satu tarikan utama di Kuala Lumpur adalah Twins Tower atau Menara Kembar yang berhampiran dengan Suria KLCC Mall, tempat favorit turis untuk berbelanja. Selain itu ada juga KL Tower dan Istana Negara yang masuk dalam daftar tempat wisata wajib untuk dikunjungi. Melihat potensi Kuala Lumpur, pihak Keajaan Malaysia kemudian membangun tarikan wisata lainnya yaitu Saloma Link.

Sekilas Tentang Saloma Link

Saloma Link ini dibangun Lorong Raja Muda Musa 3 yang jaraknya hanya 100 meter dari stasiun LRT Kampung Bharu menuju Jalan Saloma di Ampang yang berlokasi tepat di samping Menara Public Bank. Jembatan ini dibangun dengan panjang 370 meter dan lebar 4 meter. 69 meter dari jembatan ini memiliki atap dan melintasi jalan raya dan Sungai Klang.

Kampung Bharu adalah perkampungan Melayu yang terletak di tengah kota dan dikelilingi oleh gedung-gedung pencakar langit. Kampung Bharu juga dikenal dengan jajanan kuliner khas Melayu yang biasanya dijajakan di Pasar Malam di akhir pekan. Tempat ini sangat mudah diakses menggunakan public transport seperti LRT.

Jembatan ini sangat indah di waktu malam karena dilengkapi dengan lampu-lampu LED yang berubah-ubah warna dan motion mengikuti festival yang sedang dirayakan di Malaysia. Jembatan ini bisa menampung maksimal 200 orang dalam satu waktu dan ada beberapa spot menarik untuk berfoto dengan latar belakang Menara Kembar. Menariknya, Saloma Link juga dilengkapi dengan CCTV.

Sekilas Saloma Link mirip dengan Bridge of Peace di Tbilisi Georgia yang dibangun di atas Sungai Kura dengan panjang  150 meter. Hanya saja, Saloma Link dibangun menggunakan reka bentuk tradisional Melayu yaitu Sirih Junjung yang merupakan adat budaya Melayu yang dibawa sebagai hantaran pertunangan atau pernikahan.

Untuk sementara waktu, jembatan ini akan dibuka sesuai dengan jam operasional LRT Kelana Jaya yaitu jam 6 pagi hingga menjelang tengah malam. Hal ini dilakukan untuk mencegah vandlaisme dan perusakan fasilitas umum lainnya.

Saloma Link, Jembatan Penyebrangan Multi Fungsi

Saloma Link adalah jembatan penyebrangan yang menghubungkan Kampung Bharu dengan Kuala Lumpur City Center di Jalan Ampang. Jembatan ini dibangun untuk memudahkan pejalan kaki dari Kampung Bharu ke Jalan Ampang atau sebaliknya dengan waktu tempuh 10-15 menit saja. Tadinya, sebelum jembatan ini dibangun, pejalan kaki harus menghabiskan waktu lebih dari 30 menit dari Kampung Bharu menuju KLCC.

Kenapa disebut multi fungsi? Selain menjadi kemudahan bagi penduduk yang beraktivitas sehari-hari, jembatan ini juga dikatakan akan menurunkan kemacetan Kuala Lumpur yang padat merayap di jam-jam tertentu. Karena kemacetan ini, ramai masyarakat yang bekerja menggunakan public transport dan sepeda. Jembatan ini nantinya bisa dilalui oleh pengendara sepeda yang ingin menyebrang.

Saloma Link juga dibangun untuk menggaet lebih banyak turis datang ke Kuala Lumpur dan mengajak mereka untuk menggunakan transportasi umum selama berwisata di Malaysia. Jadi wajar dong kalau disebut multi fungsi kan ya! Oh ya, nama Saloma adalah adopsi dari nama Istri P.Ramlee, aktor sekaligus pelawak tersohor Malaysia tahun 60an.

Proses Pembangunan Saloma Link

Saloma Link dibangun oleh Perbadanan Pembangunan Kampung Bharu (PKB) dengan total biaya pembinaan RM31 Juta atau setara dengan 102 Miliar Rupiah. Proyek ini memaka waktu sekitar 18 bulan dan target awalnya akan diresmikan November 2019 lalu. Karena memiliki beberapa kendala dan perbaikan, akhirnya Saloma Link dibuka untuk umum tanggal 5 Februari 2020 lalu.

PKB menggaet Veritas Design Group yang dipercayakan untuk mendesain arsitektur jembatan ini. Veritas Design Group juga akan memegang proyek untuk membuat layout rekonstruksi Kampung Bharu yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Perusahaan ini sudah memegang banyak proyek besar di Malaysia termasuk salah satunya adalah pembangunan Oxley Tower Kuala Lumpur.

Proses pembangunannya dikatakan sangat menantang karena selama proses konstruksi, jalan raya Ampang-Kuala Lumpur (Akleh) tidak ditutup dan masih beroperasi seperti biasa. Belum lagi lokasi pembangunan yang dekat dengan rel LRT membuat proses pembangunan sedikit terkendala. Pendirian dua tiang penyangga sangat diperhatikan karena berhubungan dengan saluran air dan terowongan bawah tanah di kedua sisi.

Jadi gimana? Tertarik untuk mengunjungi tempat ini? Jangan lupa masukkan ke dalam list city tour kamu di Kuala Lumpur ya! Dan jangan lupa tag aku kalau kamu upload foto-foto kece di Instagram..

Have a very awesome journey!

0 Shares:
0 comments
  1. Entah kenapa saya melihat tren pembangunan infrastruktur sekarang hampir selalu mempertimbangkan tampilannya ketika malam hari, jadi menambah indah night scape gitu, tidak hanya Saloma Link ini, bahkan jembatan perlintasan kendaraan bermotor pun dipasangi berbagai lampu dan ornamen yang cantik.

  2. Belum teratur aja mbak di kita. Tapi pelan-pelan bakal ditertibkan kok. Bukannya di Jakarta atau di mana gitu udah dibangun juga ya jembatan penyebrangan yang kurang lebih sama kayak Saoma Link ini. ^^

  3. Iya gitu. Nambah lagi satu atraksi wisata di Kuala Lumpur. Ini sebenarnya juga untuk mengajak turis untuk berjalan kaki dan menggunakan public transport sata berlibur ke ibukota Malaysia ini. ^^

  4. Oke bhaik, akan kucatat di notes semoga jadi doa suatu hari nanti bisa ke KL Malaysia terus lewatin Saloma Link ini sebelum ke Twin Tower aka Menara Petronas yang ikonik banget. Jembatannya kece ih di malam hari gitu, warnanya keren dan waktu pembangunannya pun cepat ya, memakan waktu 18 bulan aja

  5. Wah keren banget. Ada jembatan penyeberangan selain untuk pejalan kaki, pesepeda juga bisa ikut nyebrang. Dikasih jalur khusus kan ya…Biasanya yg naik sepeda suka ngebut juga sih. Aku suka tuh kota-kota yang memperhatikan pejalan kaki. Engga kayak di Indonesia, huf…trotoar kok dipakai jualan. Dilarang, marah…gimana sih…

  6. Daebak kerennya Saloma Link ini, instagramable banget sih jadi tambah pengen sih kesini nih. Berharap banget penerbangan murmer di kantong traveler itu beneran buka di Balikpapan.

  7. Wahh jadi tambah kece aja ya KL, sekarang banyak jembatan yang dibuat dengan cahaya lampu warna warni. Jadi yang tadinya males lewat jembatan jadi lewat jembatan deh. Kapan ya bisa menyaksikan dan merasakan langsung jemabatan saloma ini. Belum pernah ke LN wkwwk.

  8. karena bercahaya indah saat malam, bs dipastikan akan jd sudut berfoto ria mengingat kita kan suka mencari suatu yg instagram able. penasaran pengen lihat langsung deh. semoga bs ke sana

  9. Jembatan Saloma Link jadi jembatan kesekian yang dibuat di pusat kota negara-negara tertentu dengan konsep desain yang mirip: menambah pilar-pilar bercahaya yang bisa merefleksikan gambar. Jembatan ini tentu menambah titik yang instagrammable di Kuala Lumpur ya.

  10. Meskipun negara kecil, Malaysia termasuk negara metropolitan yg pembangunan di segala bidang maju dengan pesat.

    Termasuk pembangunan saloma link dapat terselesaikan hanya dgn waktu 18 bulan dan hasilnya pun sangat membanggakan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like