Mungkin kita sering bertanya-tanya apa sih penyebab seseorang menjadi pemalu? Nggak bisa dielakkan di kehidupan sehari-hari kita menemukan orang yang memiliki sifat pemalu, bisa jadi itu adalah orang terdekat kita, atau bahkan diri kita sendiri.

Berinteraksi dengan orang yang sangat pemalu kadang justru bikin kita nggak nyaman. Kadang diajak ngobrol juga nggak ada respon yang sesuai keinginan kita. Namun, di balik itu, tentu si pemalu memiliki alasan kenapa dia bisa menjadi sebegitunya.

Nggak mudah bagi seorang pemalu untuk bersosialisasi dengan orang ramai. Yah, namanya juga malu, mereka lebih nyaman dengan diri mereka sendiri, suka menyendiri, dan hanya jadi penonton saat yang lain bercanda tawa.

salah satu penyebab menjadi pemalu adalah nyaman dengan diri sendiri

Sebelum menjadi orang yang sedikit percaya diri seperti sekarang ini, aku pun lahir sebagai pemalu yang jarang sekali ikut bermain dengan teman-temanku. Sebenarnya aku juga ingin ke luar dan seru-seruan bermain dengan mereka, tapi apalah daya, aku malu. Malu bertemu orang, kecuali beberapa orang yang sudah ku kenal dekat.

Sifat pemalu ini nggak hanya terjadi pada usia anak-anak, orang dewasa pun, jika nggak tau cara mengatasi sifat pemalu akan kewalahan dan selamanya akan terjebak dengan sifat ini. Lantas apakah menjadi pemalu itu salah? Nggak sih, hanya saja kan terkadang hidup menuntut kita untuk lebih berani terutama dalam hal interaksi.

Nah, apa sih penyebab seseorang menjadi pemalu? Kita tentu harus tahu agar nggak mudah ‘menjudge‘ orang pemalu sebagai orang yang ‘nggak asik’.

Nyaman dengan Diri Sendiri

Orang yang nyaman dengan diri sendiri dan nggak mengizinkan orang lain masuk dalam hidupnya cenderung memiliki sifat pemalu. Mereka merasa punya kontrol atas diri mereka dan jika mereka bersosialisasi atau berinteraksi mereka takut kontrol atas dirinya akan diambil alih oleh orang lain.

Mungkin ini alasan yang subjektif karna aku sendiri merasakannya. Berada dalam zona nyaman adalah surga bagiku. Lantas, apakah ini bisa disebut pemalu? Bukankah ini bisa dikategorikan egois? Bisa jadi ini adalah egois. Hanya saja, untuk pemalu yang sudah nyaman dengan dirinya, nggak akan mudah membuka diri kepada orang lain.

Takut dengan Penilaian Orang Lain

Takut membuat kesalahan adalah salah satu penyebab seseorang menjadi pemalu. Hal ini karena pemalu nggak suka dengan penilaian buruk orang lain terhadap mereka. Mereka cenderung menyembunyikan kelemahan untuk dirinya sendiri dan mungkin hanya diceritakan kepada beberapa orang terdekat yang mereka percaya.

Takut dengan penilaian orang lain adalah salah satu penyebab orang menjadi pemalu

Karena takut dihakimi dan dicap buruk oleh lingkungan, pemalu memiliki circle pertemanan yang sedikit. Orang-orang yang bisa diterima oleh si pemalu adalah mereka yang tulus dan menerima apa adanya. Pemalu juga takut dibuli karena kekurangan yang mereka miliki. Dan jika hal ini terjadi, maka akan meninggalkan luka baru bagi si pemalu. Jadi wajar kan, mereka menarik diri dari berkumpul dengan orang ramai?

Tidak Diberi Kepercayaan

Sikap percaya terhadap seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor sosial. Jika seseorang nggak diberikan kepercayaan, maka orang tersebut bisa jadi tumbuh dengan penyakit ‘sering menyalahkan diri sendiri’. Nah, ketika mereka sudah nggak percaya diri, maka di situlah muncul sifat pemalu.

Mereka enggan tampil di depan umum karena mereka akan terus merasa nggak sempurna dan merasa orang lain nggak akan mengapresiasi apa yang telah mereka lakukan. Justru itu kenapa pakar psikologi sangat menekankan tahapan trust dan mistrust pada anak usia dini untuk membentuk sifat percaya dan tidak percaya hingga si anak beranjak dewasa.

Tentu ada banyak cara mengatasi sifat pemalu yang bisa dilakukan agar orang yang mengalaminya bisa sedikit percaya diri dan bisa bersosialisasi dengan leluasa. Hal ini tentu diperlukan apalagi jika terkait dengan karir dan pekerjaan yang menuntut untuk bertemu dengan orang banyak bahkan orang baru.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi sifat pemalu, salah satunya adalah dengan berkumpul bersama orang-orang positif yang nggak suka mengkritisi orang lain secara keras. Orang-orang ini biasanya akan memberikan masukan membangun dan menerima si pemalu apa adanya.

Nah, jika kamu termasuk salah satu orang yang pemalu, nggak ada salahnya berubah menjadi lebih baik. Nggak perlu takut dan khawatir, kamu nggak sendirian, menjadi pemalu itu bukan aib. Kita sama-sama yuk. Jadi lebih berani, jadi lebih percaya diri.

0 Shares:
24 comments
  1. Tulisan bernas dan memotivasi, terima kasih mbak. Banyak faktor memang kenapa seseorang menjadi pemalu. Biasanya kalau pribadinya memang introvert juga kurang nyaman berada di keramaian

  2. Iya, dulu aku pemalu banget, gak pernah percaya diri. Rasanya tuh mau gerak atau ngelakuin apa-apa takut salah. Huhuhu… untungnya sekarang seiring bertambah tua, berangsur hilang deh. Sebab orang di sekitar aku selalu support kegiatan aku.

  3. Kalau saya suka maluny karena apa ya ? *Mikir. Tapi kayaknya lebih ke poin kedua. Malu karena sering takut sama penilaian orang. Duh kenapa juga saya harus mikirin penilaian orang lain?

  4. Kalau saya seringkali melihat anak yang katanya pemalu eh di media sosial malah mengumbar semuanya
    Isi rumah, aktivitas sehari-hari dan apapun yang dimilikinya
    Kan lucu…

  5. Aku juga pemalu nih Kak, terlebih sewaktu masih anak-anak. Sekarang udah mendingan sih, hehe. Ternyata banyak sebabnya ya. Kayaknya sih Krn dominasi Introvert juga…

  6. aku termasuk orang yang pemalu parah sih
    awalnya memang sih takut sama penilaian orang lain
    dari kecil memang begitu
    tapi sekarang semenjak gabung banyak komunitas lagi berusaha mencoba untuk lebih pede

  7. Dulu sebelum kuliah, aku ini pemalu banget. Tapi semua berubah waktu aku kuliah. Jadi, aku sengaja memilih untuk kuliah di luar kota. Alasan utamanya karena ingin suasana baru dan ingin belajar mandiri. Ternyata pilihanku ini tepat banget, karena saat itu aku harus keluar dari zona “pemalu”-ku. Aku jadi bisa bergaul dengan banyak orang. Jadi memang harus ada situasi dimana orang pemalu memang harus “dipaksa” untuk keluar dari zonanya.

  8. Pemalu dianggap aneh? Hm..
    .nggak ada salahnya sih jadi pemalu. Lebih baik begiti daripada jadi orang yang bikin malu ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š *komen ini sambil nonton berita tentang korupsi*

  9. Apakah aku termasuk pemalu karena jarang bergaul dengan orang banyak? Mungkin ya, atau mungkin pemilih mana yang benar-benar nyaman. Kadang atau sering ada teman yang hanya bisa hahahihi tapi gak bisa diajakin sedih atau susah

  10. Kalau saya kayaknya malu-maluin deh, hehehe. Dulu pernah jadi pemalu, ps masih kecil. Karena secara fisik saya sangat beda sama saudara2 saya, jadi kadang merasa malu aja. Takut dikira anak tetangga. Hahaha. Padahal saya mirip bapak, saudara semua mirip ibuk. Tapi seiring berjalannya waktu dan mulai tumbuh kepercayaan diri, maka saya gak lagi jadi pemalu, heuheu. Kalau menurut saya sih, yang penting percaya diri sendiri. Itu modal banget.

  11. Iya bener. Kebanyakan pemalu karena kurangnya rasa percaya diri mbak.

    Takut diacuhkan oleh lingkungan atau jadi pusat perhatian bisa juga jadi salah satu penyebabnya.

  12. kalau disekitaran saya paling sering insecure karena penilaian orang sehingga ngga percaya diri dan jadi pemalu. secara menilai orang paling mudaaah kan yaaa…. Kudu dibaca nih… bagus isinya mbak

  13. Kadang aku suka gemes kalau ketemu sama orang yang pemalu, maklum aku orangnya cablak. hehehe. Ternyata ada alasan di balik sifat pemalu itu ya kak… ahh jadi harus mempelajari banyak hal lagi nih dalam pergaulan sosial.

  14. Sebagai orangtua perlu memberikan kepercayaan pada anak & memberikan apresiasi supaya anak lebih percaya diri dan gak pemalu. Aku berusahs gitu supaya anak-anak mau tampil & gak menutup diri karena malu

  15. aku… hmm malu kalau ngobrol sama orang banyak, atau ngomong di depan banyak orang. tapi kalau ditunjuk, ya okelah. tapi nggak berani mengajukan diri
    hingga akhirnya, yaaa lama-lama terbiasa untuk menjadi berani. minimal berani mengungkapkan pendapat
    aku dulu gitu

  16. Iya, setuju Kak. Terutama nomor dua, kadang bisa aja salah di mata orang jadi memilih untuk ga banyak bercakap padahal sebenarnya mampu. Aku sendiri mengalami pada anakku karena pendidikan di sekolah yang cenderung disalahkan jadi dia segan untuk mengutarakan pendapat atau memberi jawaban. Sangat disayangkan jadi potensi mereka ga bisa dioptimalkan gara-gara rasa malu. Kalau kiatku, bisa dicoba dengan bergaul dalam komunitas sosial, lama-lama tumbuh kepercayaan diri.

  17. Kadang malu jadi hambatan saat ingin memulai sebuah percakapan atau perbincangan dengan orang yang baru Kita kenal. Kadang kali malu juga bersifat bagus untuk menjaga diri dan membuat diri ini tau batas. Menurutku malu adalah sifat yang rasionable dan bermanfaat juga punya beberapa kekurangan. In the end, seennggaknya Kita perlu dan bisa mengantur dimana dan kapan harus malu.

    Thanks for saring mbak. Salam hangat

  18. kayak adikku nih, pemalu banget dia, sampe gemesss lihatnya.
    kalau kita lagi kumpul dia malah asyik sendiri dalam kamar dengan dunianya padahal kita kan juga pengen dia lebih dekat dengan kita-kita juga.
    syururlah ya Kak, sekarang Kak Jasmi malah lebih PD dari sebelumnya ya, udah berani keluar dari zona nyaman jadi lebih asyik kan ya ๐Ÿ˜‰
    moga adikku juga suatu hari nanti bisa seperti ini ๐Ÿ™‚

  19. Kalau aku dulu pemalu tanpa tahu sebab yang jelas. Pokoknya takut dan cemas ketika akan berbaur dengan orang banyak. Apalagi jika disuruh tampil di depan umum oleh guru. Namun, karena sering melawan rasa malu itu, dan berpikir bahwa aku harus berani, maka lama kelamaan sifat pemalu dan cemas berbaur itu kini tidak lagi begitu aku rasakan. Malah lebih nyaman dan pede.

    Kini, menginjak masa dewasa, yang menjadi tantangan adalah bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Komunikasi intrerpersonal yang baik dan tidak membuat khawatir. Kadang ada rasa salah yang membebani pikiran dan hati. Takut yg aku lakuin itu salah dan membuat orang lain kesal atau nggak suka. Padahal ada tahap di mana kita juga perlu siap tidak disukai selama yang kita lakukan itu benar.

    Intinya, perbaikan diri dan menjadi pede ternyata cukup kompleks. Terus berproses hingga dewasa dan mungkin hingga tua. hehe

  20. Saya ini pemalu dari lahir Mba. Kalo ngadepin orang yang banyak bicara, suka bingung nyari bahan timpalannya. Bicara juga seperlunya aja. Tapi kalo udah ketemu sama orang yang enak diajak bicara, ya pasti jadi nyerocos juga hehehe

    Pemalu itu salah satu sifat yang perlu dimiliki oleh seorang Muslim…. Kalo gak salah gitu deh ya CMIIW

  21. Terima kasih tulisannya Ka, saya termasuk yang pemalu. Tapi takut salah atau takut atas penilaian orang lain itu menjadi problem besar, karena dr sana menjadi cenderung menghindari orang-orang, akhirnya kurang sosialisasi, sehingga muncul ketidakpercayaan diri.

  22. Dulu aku pun terjebak dalam kondisi sebagai anak pemalu. Minder tepatnya. Saking sering di-bully saudara dan orang di lingkungan sekitar. Eh tapi setelah pindah, aku ternyata nggak sepemalu itu. Tapi memang punya teman yang nggak terlalu banyak itu, lebih tenang buatku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like