Berada pada sebuah titik terendah dalam hidup sama sekali nggak menyenangkan. Pikiran negatif gampang sekali menggerogoti kepala saat keadaan sedang menyedihkan. Hanya saja pola pikir itu harus diubah saat kita sedang merasa terpuruk.

Sesetengah orang mungkin pernah merasakan hal yang sama. Seorang teman sekolahku pernah bercerita padaku saat dia down karena harus berpisah dengan suaminya karena perselingkuhan, hutang yang ditinggalkan suaminya juga bukan sedikit, dan dia harus megurusi 3 anak yang masih berusia sekolah.

Cerita lain, seorang teman yang harus berhenti kerja karena Pandemi COVID-19 dan punya tanggung jawab untuk menafkahi diri sendiri di kota besar. Dia bingung harus apa karena ingin pulang pun dia sudah nggak punya keluarga.

Aku pun sama. Aku pernah berada di situasi yang membuat aku nggak termotivasi untuk hidup. Saat itu aku menganggur dan aku menumpang hidup di rumah orang lain di luar negeri pulak. Tabunganku mulai menipis, hampir setiap hari aku melamar kerja secara online tapi sama sekali nggak dapat kabar baik.

Keadaan ini bukan hanya sebulan dua bulan, tapi tujuh bulan. Bayangkan hampir setahun aku bingung dengan hidup aku sendiri. Syukur-syukur aku nggak pernah kepikiran untuk bunuh diri.

Intinya adalah saat merasa menyedihkan kita akan menarik energi negatif karena kita cenderung memiliki pola pikir yang negatif. Dari awalnya optimis, tiba-tiba bisa jadi pesimis karena masa transisi dari atas ke bawah tentu sulit. Apalagi jika nggak ada persiapan mental atau dana darurat untuk biaya hidup.

pola pikir yang harus diubah saat merasa terpuruk salah satunya adalah mengubah kata hidupku sulit sekali menjadi akubisa melewati semuanya

Pola pikir seperti “aku nggak bisa melakukannya”, “ah, kenapa ini terasa berat sekali”, “hidupku sangat berantakan”, “sepertinya sudah nggak ada harapan lagi buatku mendapatkan pekerjaan”, “aku sudah nggak mampu mengurus anakku” membuat keadaan justru makin memburuk.

Kata-kata judgemental seperti ini menurunkan ketahanan mental kita. Kemudian kita merasa kok hidup aku nggak kunjung membaik ya? Padahal ketahanan mental dan emosi kita sudah dikikis oleh pikiran-pikiran negatif yang kita ciptakan sendiri.

Tapi bukan berarti pola pikir ini nggak dapat diubah. Bisa, tapi nggak instant. Perlu latihan berulang-ulang. Aku sudah melalui proses belajar dan masih terus belajar karena menciptakan pikiran negatif ternyata lebih gampang daripada menciptakan pikiran positif.

Berikut 6 pola pikir yang harus dirubah saat kamu merasa terpuruk yang bisa menjadi mantra untuk hidup yang lebih baik.

Ubah “hidupku berantakan” menjadi “aku yakin bisa lalui ini semua”

Pernyataan “aku yakin bisa lalui ini semua” adalah bentuk ketahanan diri akan masalah apapun yang dihadapi. Kata-kata semangat ini akan mengubah cara pandang kita terhadap jalan hidup, di mana kita yakin bahwa seberat apapun beban yang harus kita pikul, kita masih bisa melaluinya dan sampai di garis finish. Keadaan pasti akan membaik.

Aku sering melakukan visualisasi sambil mengatur pernafasan saat ingin menghalau kata “hidupku berantakan” ini. Aku selalu membayangkan saat aku berhasil merapikan hidupku, sebahagia apa ekspresi wajahku nantinya. Kamu bisa lakukan hal yang sama. Bayangkan yang baik-baik saja.

Ubah “kenapa ini berat sekali” menjadi “memang berat, tapi aku bisa memikulnya”

Pola pikir yang harus diubah saat kita merasa terpuruk lainnya adalah merasa hidup ini sungguh berat. Menggantinya dengan statement positif akan membantu kita mereset kembali pemograman mental kita menjadi lebih baik.

Nggak harus menolak keyakinan bahwa hidup memang berat, hanya saja perspektif itu harus dibarengi dengan semangat positif yang dapat membantu kita untuk menjalaninya. Ya, aku nggak menyangkal bahwa akhir-akhir ini hidup aku terasa berat, tapi ya aku yakin kok bisa mengatasinya. 

Ubah “ini sangat sulit” menjadi “aku bisa melakukan hal-hal sulit”

Mindset ini bisa membuat kita fokus pada kelebihan diri daripada fokus pada hambatan yang ada. Aku sering bilang bahwa ini adalah kata sandi untuk mengaktifkan potensi diri yang bisa jadi sebelumnya terkubur dalam diri kita.

Misal, saat aku menganggur seperti yang aku ceritakan di atas, pada saat yang sama aku patah hati dahsyat dan mood swing parah. Hampir setiap hari kerjaanku murung saja. Terasa sulit karena keadaanku persis pribahasa sudah jatuh ketimpa tangga. Saat itu aku mengalihkannya dengan menggali potensi diri. Aku suka belajar hal baru. Aku suka saat aku harus berkosentrasi. Justru itu aku melakukan perjalanan ke Kampung Inggris Pare untuk belajar IELTS.

Mindset ini seperti menantang hal-hal mengerikan dalam hidup dan kita otomatis akan mengaktifkan mode ketahanan diri kita. Pola pikir ini juga akan membuat kita lebih mengenal siapa diri kita.

pola pikir aku bisa melakukannya akan mengaktifkan kreativitas kita

Ubah “aku seharusnya lebih produktif” menjadi “yang harus aku lakukan hanya menyelesaikan to do list hari ini”

Pola pikir ini yang aku dan temanku yang harus mengurus 3 anak itu bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa stress. Temanku mengatakan “harusnya aku bisa menyelesaikan lebih banyak pekerjaan setiap hari, tapi anakku rewel sekali”. Mindset ini kemudian dia ubah menjadi “ah, yang penting aku sudah selesaikan apa yang bisa aku selesaikan hari ini. Besok masih banyak lagi kerjaan yang harus dikerjakan sama seperti hari ini”. 

Pola pikir ini harus diubah saat kamu merasa menyedihkan karena pola pikir ini akan membantu kamu bekerja sesuai limit. Saat terpuruk, energi kamu akan banyak terkuras. Maka, dengan mengerjakan segala sesuatu sesuai dengan apa yang kita agendakan untuk diselesaikan, sebenarnya kita sedang menghemat energi.

Kata kerennya “don’t be so hard on yourself”. Diri kita sedang melewati masa sulit, jangan bebankan dia dengan pekerjaan yang di luar jangkauan. ^^

Ubah “aku nggak tau cara melakukannya” menjadi “aku akan cari tau bagaimana melakukannya”

Sebenarnya, kita bisa melakukan apapun asalkan kita tau bagaimana cara melakukannya. Merasa nggak tau cara melakukan sesuatu adalah sindrom kewalahan menjalani hidup. Saat itu lah kita nggak bisa berpikir lagi, kreativitas kita seakan mati, dan seni menjalani hidup sudah nggak asik lagi.

Aku, pernah merasa seperti ini bahkan untuk melamar pekerjaan saja aku nggak tau caranya. Mengubah pola pikir untuk mencari cara menyelesaikan sesuatu akan mengaktifkan kembali kreativitas kita. Mencari cara juga bisa dengan bantuan orang lain. Percayalah, melakukan sesuatu sendiri memang berat. Maka jangan gengsi mencari bantuan ya.

Untuk mengubah pola pikir ini, kita dituntut untuk tenang dan berdamai dengan diri kita sendiri. Jika sempat, lakukanlah meditasi setiap pagi sebelum memulai pekerjaan. Atur pernafasan agar bisa sedikit menenangkan pikiran. Jika ada, sediakanlah lampu garam Himalaya yang berfungsi menangkal radikal negatif dan menyerap energi negatif pula.

Disclaimer: aku bukan ahli psikologi atau konsultan permasalahan hidup ^^. Aku menulis ini hanya berdasarkan pengalaman yang aku alami sendiri dan proses belajar untuk mengetahui pola pikir yang harus diubah saat aku merasa terpuruk. Aku juga melalui perjalanan panjang agar bisa selalu berpikir positif dalam keadaan apapun dan sampai sekarang pun aku masih melatih pikiran untuk selalu optimis dengan hidup.

Keadaan dalam tulisan di sini mungkin nggak sama dengan yang kamu  jalani sekarang, tapi aku harap tulisan ini bisa sedikit membantu meringankan beban yang sedang kamu pikil dan bangkit untuk berdiri kembali.

4 Shares:
2 comments
  1. Saya sangat senang membaca artikeli ini
    Mengubaha pola pikir itu sangatlah penting sekali
    Memang kedewasaan akan tumbuh dengan seiring waktu, dan saya awal mengalami titik terendan sangat stres dan donw sekali.
    Yang ada itu hanya segala keluhan dan umpatan, seperti apa yang terurai kalimat diatas
    Tetap optimis dan berpikir positif itu kuncinya

    1. Nah, optimis dan pikiran positif itu berawal dari perubahan mindset. kalau kita bisa train our brain to keep positive, maka kedepannya jadi makin gampang kan nerima keadaan. ALhamdulillah skrg udah berlalu ya mas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like