Setiap orang pasti pernah mengalami dan ingin mengatasi kebuntuan dalam hidup. Setiap orang pernah merasakan nggak sepenuhnya bahagia dan nggak puas dengan hidup.

Kamu mungkin juga pernah mengalami kebuntuan dalam hidup sehingga kamu tidak tahu harus gimana. Kamu bergerak dan bekerja setiap hari, memberikan yang terbaik yang kamu punya, namun ada saja hal-hal yang membuat kamu marah pada diri sendiri bahkan pada alam semesta, merasa situasi nggak memihak dan menguntungkan.

Dalam keadaan terjepit, buntu, dan terjebak seperti ini seakan kamu sudah susah memikirkan jalan keluar apa yang bisa kamu lakukan untuk melepaskan kebelengguan ini. (Aduh, bahasa apaan ini ya!)

Sekarang tanyakan pada diri sendiri, apakah kamu pernah merasa iri hati pada seseorang dan nggak bisa menahan diri untuk bisa menjadi seperti dia?

fokus pada tujuan hidup adalah salah satu cara mengatais kebuntuan dalam hidup

Atau pernah nggak merasa apa yang kamu lakukan sia-sia dan menganggap orang lain gampang banget untuk bahagia, sukses, mendapat pengakuan, atau sering mendapat peluang bagus dalam hidupnya?

Pernah nggak merasa kamu nggak membuat kemajuan dalam hidup, jalan di tempat, berputar di putaran yang sama, seolah-olah ada yang salah dalam hidup kamu? Dan ironisnya, kamu nggak tau kenapa hal itu terjadi. Jika kamu mengalami kebuntuak dalam hidup. Sama seperti kasusku beberapa waktu lalu.

Apakah Buntu Benar-benar Hal yang Buruk?

Ketika mengalami kebuntuan dalam hidup, kamu sering dilema. Di satu sisi, kamu dituntut untuk menikmati hidup, mensyukuri apa yang ada, menerima kenyataan dan takdir yang sudah ditetapkan kepada kamu. Di sisi lain, kamu juga membutuhkan kemajuan atau perubahan untuk bahagia.

Tony Robbins mengatakan

“Jika kamu tidak tumbuh, kamu sedang sekarat”

Artinya, jika kamu mengalami kebuntuan dan menerima keadaan ini apa adanya tanpa ada usaha untuk melepas kebuntuan itu, kamu sebenarnya telah menutup pintu perubahan atas hidup kamu.

Tony Robbins juga mengatakan bahwa kemajuan sama dengan kebahagiaan. Ketika kamu bisa menunjukkan progres, maka kamu bahagia. Begitu sederhananya.

Hidup bukan sekedar mencapai tujuan-tujuan yang sudah kamu tetapkan, tapi tentang siapa diri kamu yang nantinya akan terbentuk dari proses kamu menuju tujuan itu.

Oleh sebab itu, jangan terlalu menikmati kebuntuan dalam hidup. Kamu harus melakukan sesuatu untuk melepasnya. Kamu harus keluar dari belenggu, mengatur hidupmu kembali untuk mencapai perubahan ke arah yang lebih baik.

Menerima keadaan apa adanya hanya digunakan oleh orang-orang untuk menghibur diri sendiri agar tidak frustasi atau depresi, namun tidak akan merubah keadaan. Ingat, kemajuan adalah kebahagiaan. Jadi, pikirkan langkah apa yang akan kamu ambil untuk membuat perubahan.

Tips dan Tata Cara Mengatasi Kebuntuan Dalam Hidup

 

Ada banyak alasan kenapa kamu merasa terjebak dalam situasi yang nggak menguntungkan. Beberapa hal atau situasi bahkan di luar kendali kamu.

Penyebab kebuntuan dalam hidup bervariasi, mulai dari nggak jelas tujuan hidup, membandingkan diri dengan orang lain, nggak menghargai diri sendiri, takut gagal, lingkaran pertemanan kamu yang toxic, hingga kepribadian yang kamu miliki.

Untuk itu, kamu perlu melakukan beberapa cara agar mampu mengatasi kebuntuan dalam hidup dengan segera dan melanjutkan hidup kamu serta mencari apa yang kamu inginkan dalam hidup.

Berikut beberapa cara mengatasi kebuntuan dalam hidup kamu saat kamu merasa stagnan dan tidak melakukan perubahan sama sekali.

Cari Tahu Apa yang Menyebabkan Kamu Buntu

cari tahu apa yang membuat kamu buntu dalam hidup

Cara pertama mengatasi kebuntuan dalam hidup adalah mencari tahu apa penyebab yang membuat kamu terjepit. Kamu bisa melakukan refleksi diri atau meditasi untuk menentukan akar permasalahan yang membuat kamu jalan di tempat.

Misalnya, aku pribadi merasa nggak punya perubahan dalam mengurus blog. DA blog ku segitu-gitu saja. DR juga jangan ditanya. Kecil banget. Aku merasa buntu.

Apa lagi yang harus aku lakukan dengan blog ini biar naik level. Padahal aku punya sedikit ilmu yang belum aku aplikasikan. Terus aku runut lagi kenapa aku sampai nggak bisa mengurus blogku.

Ini beberapa alasannya:

  1. Aku jarang nulis karena kurang ide.
  2. Aku jarang tanam-tanam backlink karena aku malas.
  3. Aku malas karena ruang kerja yang nggak sesuai dengan moodku.
  4. Aku cenderung nggak punya waktu karena menerima banyak pekerjaan dalam satu waktu sehingga blog yang jadi korbannya.

Lantas setelah tahu penyebabnya, aku bisa mengatasinya dengan baik menurut versi aku. Misalnya, membuat to do list dengan membedakan mana pekerjaan yang prioritas mana yang tidak, berusaha berkomitmen dengan tenggat waktu yang aku tentukan sendiri, atau bekerja di waktu yang efektif saat ponakanku pergi sekolah.

Atasi Apa yang Bisa Kamu Atasi

 

Dalam hidup, ada situasi yang kamu nggak punya kendali akan hal itu. Jadi, alih-alih terlalu overthinking, kenapa nggak mengatasi keadaan yang ada dalam kontrolmu.

Misalnya, dalam pekerjaan kamu dipanggil oleh manajer dan kamu dimarahi karena proyek yang kamu lakukan nggak sesuai dengan harapannya padahal kamu rasa sudah maksimal mengerjakan proyek tersebut.

Lantas pada saat yang sama, teman kamu justru mendapat promosi jabatan dengan mudah atau bahkan mendapat penghargaan. Keadaan ini membuat kamu menemukan kebuntuan dalam hidup.

Tentu ini jadi guncangan buat kamu dan merasa apa yang kamu kerjakan sia-sia, merasa karirmu nggak ada apa-apanya. Apa yang bisa kamu kendalikan di sini?

Apakah kamu punya wewenang untuk mencabut kembali promosi teman kamu? Bisakah kamu mengubah pikiran manajer kamu dan menerima proyek yang telah kamu susun? Menurutku nggak segampang itu.

Jadi, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah membuat dirimu tenang, lakukan revisi seperti yang dimintai, tanyakan kepada manajer apa yang dia inginkan, kemudian berikan yang terbaik.

Fokus Pada Tujuan Hidup Kamu

Setiap tindakan yang kamu lakukan adalah berdasarkan tujuan yang sudah kamu tetapkan. Tujuan hidup adalah pendorong utama yang mengantarkan kamu pada kemajuan diri.

Jika kamu merasa tujuan hidup kamu lebih besar dari diri kamu, maka kamu akan termotivasi untuk menjadi lebih besar dan kuat sehingga kamu mampu mencapai targetmu.

Dengan terfokus pada tujuan yang ingin kamu capai, kamu akan melakukan strategi-strategi tertentu dengan lebih teratur dan sistematis.

Jika kamu mempunyai tujuan hidup dan tahu apa yang kamu inginkan, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan, baik untuk mempersiapkan diri, cara kamu melalui prosesnya, dan bagaimana reaksi kamu saat menikmati hasilnya.

Rayakan Kemajuan yang Kamu Lakukan

Cara mengatasi kebuntuan dalam hidup lainnya adalah kamu dapat merayakan setiap perubahan yang kamu lakukan, besar atau kecil.

Merayakan hal ini akan membuat kamu semakin termotivasi dan lebih percaya diri untuk menghadapi hidup di level selanjutnya.

Menghadapi kebuntuan dalam hidup terkadang memang agak sulit dan menguras kesehatan fisik serta mental. Ketika kamu bisa bangkit dan justru melakukan sesuatu yang lebih baik untuk keluar dari zona itu, maka kamu perlu diapresiasi.

Apresiasi yang pertama adalah dari dirimu sendiri. Berikan reward berupa barang kesukaan kamu, atau apapun yang bisa kamu wujudkan, atau sekedar berterimakasih karena tidak menerima kebuntuan itu apa adanya dan berterus-terusan dalam keadaan tersbeut.

Mengatasi kebuntuan dalam hidup memang bukan hal yang mudah bagi sebagian orang. Namun, apa salahnya mencoba agar keadaan dapat berubah menjadi lebih bersahabat.

Mulailah dari hal kecil seperti mencari tahu apa penyebab kamu mengalami kebuntuan dalam hidup, mengatasi apa yang bisa kamu atasai terlebih dahulu, fokus pada tujuan hidup dan beri apresiasi pada diri sendiri.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like