‘Hidup adalah tentang belajar tanpa henti’, itulah motto hidup saya. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari kehidupan. Mulai dari belajar menghargai orang lain, belajar berbuat baik, belajar untuk tegar, belajar menguasai berbagai ilmu pengetahuan, belajar menyayangi sesama makhluk hidup, belajar mengamalkan suatu kepercayaan dengan baik dan benar, bahkan untuk memesona pun bisa dipelajari dari kehidupan. 
Adalah saya, seorang wanita dewasa yang merasa diri belum matang berusia 27 tahun, pun belajar banyak dari kehidupan. Saya tidak hanya belajar ilmu pengetahuan seperti Biologi, Fisika, Matematika, dan lain-lain selama hidup saya, tapi saya juga belajar ilmu kesabaran. Ini adalah pelajaran favorit saya; pelajaran SABAR. Sangking favoritnya, saya rela jika harus remedial alias mengulang pelajaran ini dari fase ke fase hidup saya.
Kenapa begitu?
Karena saya adalah salah seorang penganut paham ‘kesabaran adalah kunci kebahagiaan’, dimana secara Matematika dapat dikatakan bawha sabar berbanding lurus dengan bahagia. Semakin tinggi tingkat kesabaran seseorang, semakin tinggi pula kebahagiaan yang diperolehnya, begitu kira-kira kesimpulannya.
Sabar itu ibarat login access menuju kebahagiaan, semacam password untuk dapat masuk ke ‘surga’ kebahagiaan. Tentu saja, mencapai level tertinggi kesabaran ini tidak semudah mengeja ABCD, tidak secepat merebus mie instan yang cuma butuh 3 menit untuk siap saji. Harus melakukan banyak usaha dan melewati banyak ujian untuk meningkatkan kesabaran ini.
Terus ada yang bertanya, apa sebenarnya hakikat sabar itu? bagaimana cara menjadi orang yang sabar? Apa hikmah dari sabar? Dan mengapa #memesonaitu salah satunya adalah orang yang sabar? (menurut versi saya).
Menurut saya, hakikat sabar adalah kemampuan diri untuk menahan amarah, tidak berputus asa, berpikiran positif atas segala bentuk musibah yang menimpa diri, dan tidak mengeluh pada sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan hati. Begitulah hakikat sabar menurut versi saya. 
Saya juga tentu sudah melewati berbagai masalah kehidupan yang makin lama makin meningkat level kerumitannya. Sehingga, saya pun perlu terus meningkatkan kadar sabar saya. Oleh karena itu, saya sangat rela jika harus remedial pelajaran terpenting dalam kehidupan ini terus menerus. Lantas apa yang harus saya (dan kita) lakukan untuk menjadi orang yang sabar?
1. Berpikir Positif
Ingat, Allah itu sesuai prasangka hambaNya. Maka berpikir positif lah terhadap apa yang menimpa kita. Itu yang selalu saya tanamkan dalam diri saya. Bahwa dibalik segala sesuatu hal yang tidak diinginkan menimpa saya, saya akan selalu mencari sebanyak-banyaknya hikmah dari kejadian tersebut. 
Dengan berpikir positif, kita akan lebih optimis lagi dalam menjalani hidup. 
2. Tidak Panik
Salah satu cara meningkatkan kesabaran dalam diri kita adalah tidak panik dalam menghadapi situasi apapun. Tetaplah tenang dan rileks, karena kalau kita panik pun tidak akan menarik kembali kejadian yang sudah berlaku. Justru dengan tenang, kesabaran akan muncul dalam diri kita. Dan kita pun dapat mengendalikan keadaan pelan-pelan. 
Agar tidak panik, saya selalu menanamkan rumus dalam diri saya bahwa ‘Allah tidak akan mengantar saya sejauh ini hanya untuk menelantarkan saya’.
3. Berzikir
Berzikirlah setiap saat disela-sela pekerjaan. Itu yang selalu kita lakukan. Saya selalu berusaha untuk berzikir dan beristighfar setiap hari. Dengan begitu, masalah apapun yang sedang kita hadapi akan terasa lebih ringan. Saat badan mulai terasa lelah, dan pikiran mulai buntu, maka segerakan beristighfar dan memohon agar ditunjukkan jalan keluar atas permasalahan yang sedang kita hadapi. 
4. Diam
Diam adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk mereda marah. Dengan meredanya marah, maka dari situ kita bisa merasakan bahwa kesabaran yang ada dalam diri kita sedang memainkan perannya. Diam adalah cara terbaik untuk tidak memperkeruh suasana. Saat saya memutuskan untuk diam, saya cenderung lebih mudah menemukan solusi dari permasalahan yang ada.
5. Berusaha Untuk Meminta Maaf dan Selalu Memaafkan
Merendahkan ego untuk meminta maaf dan coba untuk memafkan kesalahan orang lain akan membuat kita lebih tenang dan tentram. Saya pribadi selalu mencoba untuk meminta maaf terlebih dahulu dan kemudian memaafkan kesalahan orang lain walaupun saya tahu betul bahwa bukan saya yang salah. Bukankah orang yang bisa melakukan dua hal ini adalah orang-orang bermental pemenang?
Jadi, #memesona menurut saya adalah tidak berhenti meningkatkan kesabaran dalam diri karena untuk menjadi hamba yang disayang Allah itu tidak mudah. Akan banyak halang rintang yang akan dilalui. Semakin lama, semakin berat dan semakin kompleks. Justru itu kita perlu kadar kesabaran yang makin tinggi, lebih tinggi dan semakin tinggi. 
Nah, ini cerita saya tentang #memesonaitu rela remedial pelajaran kesabaran. Bagaimana #memesonaitu versimu? Yuk, ceritakan kisahmu di sini dan pancarkan pesonamu. 






0 Shares:
0 comments
  1. Makanya dindingnya dilebarin terus biar susah orang nerobosnya.. Orang2 yang menguji kesabaran kita tuh harusnya dikasih gelas cantik aja. biar diem mingkem. hahha

  2. Nice post mba… iyahh sebagai manusia memang sudah sepatutnya buat sabar dalam segala hal.. terutama ketika disana ada orang2 yang mencoba untuk menerobos dinding kesabaran kita..

  3. Saya biasanya berdzikir dulu baru kemudian, berfikir positif,, semoga Allah swt memberikan yg terbaik, dan juga jangan panik tentunya,.
    karena kepanikan membuat segalanya berantakan..
    nice post..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like