Sadar atau tidak, kita sering sekali melakukan kebiasaan buruk yang membuat kita tidak produktif. Hal ini tentu dapat menghambat pengembangan diri kita.

Pernahkah kamu merasa waktu sangat lambat berlalu atau merasa pekerjaan yang sedang kamu kerjakan nggak kunjung selesai? Belum selesai membuat satu laporan malah kerjaan lain yang nggak kalah pentingnya pun sudah mendekati deadline? Belum lagi teman dekat mengirim pesan dan curhat tentang hidupnya yang kadang menyedihkan.

Nggak bisa dipungkiri setiap manusia terlebih mereka yang bekerja sering menghadapi situasi melelahkan karena harus menyelesaikan banya pekerjaan. keadaan ini nggak jarang membuat kamu menjadi stres bahkan frustasi karena merasa nggak akan bisa menyelesaikannya dengan sempurna.

ada banyak kegiatan buruk yang membuat kita tidak produktif

Saat stres seperti ini justru kamu akan gampang dilanda bosan dan kemudian menunda-nunda mengerjakan pekerjaan sampai tuntas. Dan ini akan berujung kamu nggak produktif sama sekali. Yang perlu diketahui adalah menjadi sibuk dengan apapun yang digeltuti adalah hal normal yang dirasakan setiap orang. Nah, untuk itu, kamu harus tau 7 kebiasaan yang membuat kamu tidak produktif.

Sering Melihat Notifikasi di Handphone

Sudah bisa dipastikan bahwa handphone adalah distraction pertama yang akan membuat kamu tidak produktif. Waktu kamu akan terbuang begitu saja ketika kamu mengecek notifikasi yang belum tentu penting-penting amat. Harusnya waktu yang kamu habiskan untuk bermain handphone bisa kamu gunakan untuk menyelesaikan printilan pekerjaan agar cepat tuntas.

Nah, kamu harus mengambil langkah konkrit untuk membatasi diri memegang ponsel saat sedang bekerja. Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan dengan ponsel kamu saat sedang menyelesaikan sesuatu:

jauhkan smartphone dari jangkauan agar tidak tergoda untuk mengeceknya

  • Silent handphone atau bisukan notifikasi grup yang membuat bising dan membangkitkan rasa ingin tau kamu untuk membacanya.
  • Jauhkan ponsel dari jangkauan untuk mengindari lebih sering memegang dan mengeceknya.
  • Gunakan aplikasi seperti Forest: Stay Focused yang bisa membantu kamu untuk tidak bermain handphone saat sedang bekerja.

Menghandle Banyak Pekerjaan Pada Saat yang Bersamaan

Ibarat makan nasi di warteg milih banyak lauk dan sayur ditambah lagi pakai kerupuk yang jadi tim hore kemudian malah kekenyangan dan makanannya nggak habis. Sama halnya dengan bertanggung jawab dengan banyak proyek yang kamu pegang. Semakin banyak tugas kamu, semakin bingung kamu mau mengerjakan yang mana dulu.

Nggak masalah sih menghandle banyak tugas, cuma kamu dituntut untuk lebih bijak memilah mana yang prioritas mana yang bukan. Kamu juga bisa mengusahakan menyelesaikan satu proyek sebelum mengambil proyek yang lain. Ingat, kamu cuma manusia biasa, bukan superhero.

Kadang rasa gak enak hati bikin kita gak bisa nolak saat diberi tugas lagi dan lagi. Terlebih lagi kalau kamu karyawan yang baru saja bekerja di perusahaan baik di dalam maupun luar negeri. Maka, mulai saat ini belajarlah untuk mengatakan tidak kalau memang kamu merasa gak mampu menanggungnya. Hal ini hanya akan membuat kamu menjadi tidak produktif dan bahkan berujung stres.

Jika kamu bekerja di industri creative advertising agency tentu kamu punya seabreg pekerjaan yang harus dikerjakan tepat waktu karena kamu berurusan dengan kepuasan klien. Pekerjaan yang berhubungan dengan kreativitas membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Jika kamu mengambil terlalu banyak pekerjaan, bisa jadi hasilnya tidak maksimal.

Sebelum mengambil pekerjaan tambahan, sebaiknya kamu mengecek dulu schedule kamu. Jika masih longgar, maka ambillah. Jika kamu merasa to do list kamu padat merayap, maka sebaiknya jangan mengambil kerjaan baru. Perhatikan juga kesehatan diri sendiri bahwa kamu juga butuh istirahat dan self-care yang baik juga. Jadilah lebih realistis dalam memilah-milah pekerjaan yang bisa kamu handle.

 

Istirahat Lebih Lama

Karena tuntutan kerjaan, wajar kalau kita merasa butuh istirahat yang agak lama. Ternyata istirahat atau tidur lebih lama justru akan membuat badan jadi lemas, kepala pusing dan kemudian kamu jadi nggak semangat menyelesaikan tugas. Yang kamu butuhkan hanyalah waktu tidur yang ideal, menghindari leyeh-leyeh di sofa yang bikin kamu akhirnya menunda pekerjaan.

Menunda pekerjaan adalah racun mematikan bagi produktivitas kamu. Sekali kamu menunda pekerjaan, maka akan sulit bagi kamu untuk memulainya kembali dan kamu akan kewalahan menyelesaikannya. Apalagi jika makin hari kerjaan kamu makin bertambah.

Tapi bukan berarti kamu nggak beristirahat sama sekali. Sesekali kamu juga butuh me time untuk mengembalikan semangat kerja yang sempat kendor.

Jarang Membersihkan Ruangan Kerja

Setiap orang punya selera masing-masing terhadap ruangan kerja mereka. Ada yang suka ruangan kerja yang rapi dan bersih, ada juga yang justru produktif di space kerja yang berantakan. Bagi kamu yang terbiasa rapi, saat ruangan kerja kamu berantakan tentu akan membuat kamu nggak mood mengerjakan sesuatu.

Sisihkan sedikit waktu untuk merapikan barang-barang yang ada di meja kerja dan sediakan compartment untuk meletak alat tulis dan barang lainnya. Kamu juga bisa menambahkan bunga atau lukisan di ruang kerja agar menjadi leih menarik. Dan sebaiknya hindari makan saat sedang bekerja karena remahan makanan akan membuat meja kerja nampak berantakan.

Buat kamu yang memang merasa lebih kreatif di ruangan yang seperti kapal pecah, nggak ada salahnya sesekali mengatur ulang barang-barang yang sudah kamu hamburkan toh nanti pasti akan kamu acak-acak lagi. Bersihkan juga lantainya dan semprotlah pewangi ruangan kesukaan kamu untuk membangkitkan lagi semangat kerja.

 

Makan Terlalu Banyak

Salah memilih makanan juga akan membuat kamu jadi nggak produktif, lho. Makan siang terlalu banyak, misalkan, bagi sebagian orang akan menyebabkan ngantuk berat dan bawaannya ingin tidur saja. Makan makanan yang nggak sehat juga akan menurunkan produktivitas kamu.

Nah, sebaiknya kamu membawa bekal makan siang sendiri dan snack sehat lainnya sebagai cemilan. Minum air putih sesuai dengan anjuran agar tubuh tetap terhidrasi. Konsumsi makanan sehat akan membantu kamu meninkatkan mood dalam bekerja dan menyelesaikannya dengan baik dan tepat waktu.

Tidak Punya Schedule atau Deadline

buat schedule yang jelas agar kamu punya target kerja

Permasalahan lain adalah kamu nggak menentukan target pada proyek yang kamu kerjakan. Dengan tidak adanya deadline, kamu cenderung menunda-nunda pekerjaannya. Ini justru akan memperngaruhi produktivitas kamu.

Buatlah to do list lengkap dengan batas akhir pengerjaan tugas agar kamu terpacu untuk mencapai target. Klasifikasikan pekerjaan dengan prioritas tinggi untuk diselesaikan lebih dulu hingga yang tidak terlalu urgent.  Selain itu, kamu juga bisa mengapresiasi diri dengan memberi jeda atau reward setelah selesai mengerjakan satu pekerjaan. Misalnya, setelah menyelesaikan satu naskah tulisan, kamu membeli es krim dan kemudian melanjutkan mengerjakan pekerjaan yang lain.

 

Berusahalah untuk tetap di track yang telah kamu rencanakan. Sebisa mungkin hindari gangguan baik yang disengaja atau nggak seperti ikut nongkrong ketika diajak oleh teman padahal kamu masih punya seabreg to do list untuk dicoret.

Membandingkan Pencapaian Diri dengan Prestasi Orang Lain

Salah satu kunci menjadi lebih produktif adalah merasa bahagia dan menikmati pekerjaan yang sedang kamu lakukan. Kebahagiaan kamu akan ambyar saat kamu membandingkan pencapaian diri kamu dengan prestasi orang lain yang bisa jadi lebih dari kamu.

Kamu merasa sudah bekerja mati-matian tapi justru rekan kerja kamu yang mendapat promosi jabatan. Kamu sudah menulis artikel di blog kamu dengan baik dan mnegikuti kaidah yang dianjurkan tapi tidak pernah nangkring di page one pencarian google, sedangkan pada saat yang sama teman kamu gampang sekali mendulang itu semua dan kemudian kamu merasa sedih.

Contoh lain misalnya, mereka yang bekerja di digital agency jakarta tentu punya tuntutan besar untuk melakukan yang terbaik sebagai komitmen mereka terhadap klien. Jika merasa diri tidak mumpuni atau tidak percaya diri maka pekerjaan yang dihasilkan juga tidak maksimal. Nah, salah satu meningkatkan kepercayaan diri adalah dengan tidak membandingkan hasil karya kamu dengan orang lain.

Saat kamu sudah menunjukkan gejala membanding-bandingkan seperti di atas, maka ada baiknya kamu beristirahat sejenak dan berbicara dengan diri sendiri bahwa apa yang kamu lakukan adalah langkah awal yang baik untuk pencapaian besar berikutnya. Berkumpullah dengan orang-orang positif yang selalu memberikan semangat untuk terus melakukan yang terbaik.

Jadi, apakah kamu pernah melakukan kebiasaan buruk di atas? Lantas sekarang menurut kamu bagian mana yang harus diperbaiki dalam diri kamu untuk lebih produktif dalam apapun yang sedang kamu kerjakan?

0 Shares:
23 comments
  1. Punya schedule itu penting banget ya kak. Akuuuu udah 3 tahun ini lost sama per-schedulan (wkwkw bahasa apa iniii). Jadi serasa hampa gitu tanpa schedule jadinya banyak awang-awang ngerjain kerjaan. Eaaaa

  2. Nah, bener tuh.
    Notifikasi Di HP emang pendistraksi paling top. Sekli muncul langsung bikin penasaran. Apalagi Kala jelas banget siapa pengirimnya wkwk

  3. Kadang HP memang sering disilence, tapi WA dan Telegramnya nyambung di laptop, jadinya malah scrolling WA di laptop, duhhh. Jadi bener banget, malah bikin tidak produktif. Apalagi ditengah sedang mengerjakan sesuatu, eh tiba-tiba terpotong karena harus menjawab WA. Seringnya buat mood jadi turun lagi.

  4. Suka nih dengan kalimat “Berkumpullah dengan orang-orang positif yang selalu memberikan semangat untuk terus melakukan yang terbaik”, intinya hal-hal baik berawal dari lingkungan yang baik juga, setuju dengan semua pendapat kak jasmi. Tapi saya nya yang kadang masih punya banyak alasan buat nunda-nunda duh, pokoknya hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.

  5. Makan agak banyak pernah pas istirahat makan siang di kantor, hihi. Asli dah jadinya ngantuk banget 🤦. Walau saat itu duduknya jauh dari bos, tapi kan beliau bolak-balik meratiin karyawannya 😅

  6. Hampir semua kebiasaan buruk itu pernah aku lakukan, bahkan hingga detik ini. Huhuhu.
    Tapi kutakberdaya mengubah kebiasaan-kebiasaan itu. Harus punya azzam yang kuat banget nih untuk mengubahnya. Makasih remindernya yaa Kakak yang amazing :)))

  7. Yes, kalo aku pe er nya di notifikasi smartphone kak Jasmi. Kadang keasyikan scrolling timeline gegara satu notifikasi. Akhirnya kebablasan.. hahaha. Alhamdulillah sudah punya deadline mandiri. Jadinya gak keteter lagi.

  8. serasa ikut tertampar nih…jadi harus introspeksi diri…terimakasih sudah diingatkan mbak…aku termasuk suka nunda pekerjaan…kebiasaan buruk ini yang membuat semuanya ambyar…schedule yg telah kubuat jadi kalang kabut. Harus mulai disiplin nih…karena kebiasaan2 buruk itu sebenarnya berasal dari diri kita dan kitalah yg harus membenahinya.

  9. Ya ampun rasa dipukul pake ulekan, saya banget, daring ini hp barengan anak eh pas bagian dapat jatah malah ngerjain yang laen buka wa lah buka fb lah dududu

  10. Kalau aku paling sering terhambat oleh perbandingan pencapaian diri dengan orang lain, Kak Jasmi. Padahal, setiap orang punya timingnya sendiri-sendiri untuk sukses. Ini juga yang sering bikin ambyar. Aku sadar bahwa harus selalu positif feeling dengan pencapaian diri sendiri dan bersyukur.

  11. Mengerjakan sesuatu yang banyaks secara bersamaan. Bener banget, bikin gak fokus, bikin gak produktif dan jadi sering salah. Langsung brak bruk brak bruk. Ya, jadinya kalau selesai pun ngasal.

  12. betul sih, aku sering terganggu konsentrasinya karena sering ngecek notif hp. sebenernya cuma mau cek ada kabar baru apa, tapi malah keterusan buka sosmed berjam2. haha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like