Sudah hampir 6 bulan mewabahnya COVID-19 di dunia. Indonesia pun kebagian dampaknya. Sebagian besar perusahaan telah memberlakukan kebijakan Work From Home. Lantas Gimana kalau kamu masih harus Work From Office? Apa yang harus dilakukan untuk menjaga diri selama pandemi global ini?

Untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang biasanya disebut Virus Corona, setiap negara punya cara dan kebijakan masing-masing. Namun sebagian besar negara yang sudah terpapar COVID-19 ini memilih melakukan Work From Home sebagai salah satu cara menghentikan sebaran virus yang belum ditemukan obatnya ini.

Di Indonesia, Work From Home sudah dilakukan beberapa bulan terakhir ini. Banyak karyawan yang diberikan jadwal kerja bergilir. Hal ini dilakukan untuk menghindari perkumpulan atau menumpuknya orang yang nantinya akan mudah tertular atau menularkan virus.

Tapi gimana  nasib karyawan yang masih terus bekerja di luar seperti aku? Tentu ada banyak pertimbangan dari perusahaan kenapa masih mempekerjakan karyawan di tengah keadaan yang nggak stabil ini.

jaga diri selama pandemi walaupun harus work at office

Aku sendiri tetap bekerja karena harus mengurusi sebuah perusahaan baru. Target dari perusahaan membuat saya harus tetap bekerja. Keluarga dan teman dekat tentu khawatir karena saya harus bekerja di luar rumah sedangkan pemerintah menganjurkan untuk #dirumahaja.

Aku pribadi juga was-was karena aku berinteraksi dengan banyak orang yang bisa jadi salah satunya adalah carrier virus. Atau bahkan bisa jadi aku sendiri yang jadi carrier.

Untuk itu, aku melakukan beberapa tips untuk melindungi diri agar nggak terjadi hal yang nggak diinginkan. Tips ini mungkin sudah sering dibagikan, namun ada beberapa hal yang aku sesuaikan dengan kondisiku. FYI, aku masih sering ke pasar untuk mencari alat dan bahan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Jadi, bisa dikatakan aku bertemu dengan hampir 50 orang setiap harinya.

Jika kamu mengalami kondisi seperti aku, maka kamu bisa lakukan hal berikut:

Memakai Masker Sepanjang Hari

Memang agak sesak nafas juga kalau harus pakai masker sepanjang hari. Namun karena aku harus berada di luar ruangan hampir 5 jam perhari, aku coba untuk selalu menutup mulut menggunakan masker.

Apalagi sekarang di beberapa tempat sudah memberlakukan WAJIB memakai masker, jadi mau nggak mau aku selalu standby-kan masker di tas.

Mengganti Masker 3 Kali Sehari

Setelah adanya izin dari pemerintah terkait penggunaan masker kain, aku nggak kebingungan lagi soal masker. Aku menyetok banyak masker kain yang sebagian besar adalah hasil jahitan aku sendiri.

Karena aku tau kalau masker kain nggak bisa melindungi kita dari virus secara sempurna, maka aku mencoba mengganti masker 3 hingga 4 kali sehari. Sederhananya, aku ganti masker setiap 2 atau 3 jam sekali. Jadi aku membawa 2-3 masker cadangan setiap harinya.

Masker yang sudah aku gunakan langsung aku cuci sepulang kerja demi menghindari masker kotor yang menumpuk. Bisa jadi, tumpukan masker kotor itu adalah sumber virus lainnya.

Membawa Hand Sanitizer

Aku pribadi lebih suka cuci tangan pakai sabun dan air mengalir ketimbang pakai hand sanitizer. Tapi gak ada salahnya untuk selalu membawa hand sanitizer ke mana-mana sekiranya kamu susah menemukan air bersih untuk cuci tangan.

Memperbanyak Minum Air Putih

Kita dianjurkan untuk minum air putih 2 liter perhari. Nah, selama pandemi global ini, aku minum hampir 3.5 liter sehari untuk mencegah dehidrasi. Kurang minum air putih juga rentan dengan sakit tenggorokan. Jadi untuk mencegah radang tenggorokan, aku menjadwalkan minum air putih agar mencapai target terlebih di bulan suci Ramadhan ini.

Mengikuti Prosedur Physical Distancing

Jaga jarak atau disebut juga physical distancing juga perlu dilakukan. Aku sendiri menjaga jarak dengan karyawan lainnya dan menghindari bersalaman atau berpelukan. Ini nggak hanya dilakukan saat bekerja aja tapi juga saat makan siang atau saat berbuka puasa di kantor jika memang harus lembur.

Segera Periksa Jika Menunjukkan Gejala

Aku kerap merasakan kelelahan karena harus bekerja di lapangan. Beberapa kali aku harus cuti kerja karena kondisi tubuh nggak fit. Aku kadang butuh istirahat dan minum vitamin.

Sebelum memeriksakan diri ke klinik karena panik terserang COVID-19, aku sering berkonsutasi dengan dokter via online.  Biasanya aku menggunakan Halodoc untuk melihat tips-tips dan informasi seputar pencegahan COVID-19 ini.

Dari jawaban yang kamu berikan, kamu akan mendapakan result apakah kamu beresiko tinggi terjangkit COVID-19 atau beresiko rendah. Kamu juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokter dari aplikasi ini dan dokter akan menyarankan penanganan yang bisa dilakukan baik secara mandiri atau harus ke klinik. Kamu juga bisa memilih dokter senyaman kamu sesuai dengan keluahan yang kamu miliki.Halodoc adalah aplikasi kesehatan yang memfasilitasi pengguna untuk lebih mudah mengakses artikel seputar kesehatan dan juga memiliki fitur untuk pemeriksaan COVID-19 secara instant. Dengan fitur ini kamu akan diberi beberapa pertanyaan.

Apa kamu juga sering berkonsultasi dengan dokter di Halodoc? Sharing pengalaman kamu yuk!
Buat kamu yang masih harus kerja di kantor, stay safe stay healthy stay positive ya! Kita doakan yang terbaik semoga keadaan kembali normal lagi. Udah nggak sabar lho pengen nonton bioskop dan denger suara ‘ALL AROUND YOU!’

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like