Cobaan menjelang pernikahan memang seringkali diwanti-wanti kepada kedua calon mempelai. Kenapa begitu? ya agar calon pasangan suami istri ini siap lahir batin dengan keributan-keributan yang akan terjadi sebelum berlangsungnya pernikahan nanti.

Menikah memang menjadi impian kebanyakan orang. Setelah mengenal pasangan dengan baik, niatan untuk membangun rumah tangga pastilah ada. Namun siapa sangka, waktu terindah yang ditunggu-tunggu kadang nggak selalu berjalan mulus.

Masa-masa pra-nikah adalah masa yang rentan dengan timbulnya masalah. Kadang, masalah sepelepun diributkan dan membuat kedua calon pengantin menjadi bingung dan stres. Belum lagi keduanya dibebankan dengan tanggung jawab pekerjaan dan repotnya mempersiapkan hari bahagia. Mungkin karena sama-sama lelah, makanya masalah ini bisa terjadi.

salah satu cobaan menjelang pernikahan adalah merasa ragu dengan pasangan

Cobaan Pranikah yang Sering Terjadi

Lantas apa aja sih cobaan menjelang pernikahan yang sering muncul dan harus diwaspadai agar hubungan calon pengantin tetap sehat lahir batin hingga hari H?

Godaan Mantan atau Orang Ketiga

Ingat, penyesalan selalu datang di akhir, kalau di awal namanya registrasi ^^

Cobaan menjelang pernikahan yang sering disebut-sebut di tengah masyarakat yaitu sang mantan kembali datang menggoda atau bahkan ngajak balikan. Di beberapa kasus justru yang datang adalah orang lain yang ingin mengenal lebih dekat.

Pernah nggak merasa ‘kok dulu waktu single susah banget dapat gebetan. Sekarang pas udah mau komitmen kok banyak aja yang datang minta kenalan’. Percayalah ini adalah cobaan kesetiaan yang perlu diselesaikan sesegera mungkin.

Mereka yang mudah termakan gombalan orang lain sebenarnya sedang mempertaruhkan kesetiaan dan kejujuran terhadap pasangannya. Ingat, jika ini terjadi pada kamu, terbukalah dengan pasangan kamu. Diskusikan langkah apa yang harus dilakukan untuk mencegah buaya datang, bila perlu blokir nomor mantan atau gebetan.

Bagaimanapun, calon pasangan sah kamu sudah berkomitmen ingin menikahi kamu. Hargai dia. jangan sampai kamu menyesal hanya karena hal semu yang nggak pasti.

Campur Tangan Keluarga

Perencanaan pernikahan tentunya melibatkan keluarga kedua belah pihak. Permasalahan sering kali terjadi bukan hanya karena terhalang restu, melainkan karena keinginan keluarga yang kadang bertentangan dengan calon mempelai. Selain itu, keinginan orang tua yang nggak bisa ditolak pun menjadi perang batin masing-masing calon pengantin.

Dugaan yang muncul biasanya terkait dengan prosesi pernikahan. Pasangan pengantin memutuskan untuk membuat acara sederhana saja namun orang tua malah minta untuk membuat resepsi di gedung dan mengundang banyak tamu. Hal ini juga akan berdampak pada budget pernikahan yang kamu persiapkan.

Belum lagi jika kedua mempelai bukan dari suku atau daerah yang sama. Pasti nanti akan muncul permasalahan seperti beda pemahaman yang mengharuskan adaptasi kedua belah pihak mengingat beda suku beda pula adat istiadatnya.

Untuk meminimalisir silang pendapat seperti ini, berkomunikasilah dengan pasangan kamu sebelum memutuskan untuk mengikuti kehendak orang tua. Jika memang tetap bertentangan, berbicaralah dari hati ke hati dengan orang tua dan beri mereka pemahaman tentang keinginan kamu.

Masalah Biaya Pernikahan

Masalah keuangan terkadang menjadi cobaan menjelang pernikahan yang paling utama. Calon mempelai sudah siap untuk berumah tangga namun tersangkut biaya pernikahan yang nggak sedikit.

Sejumlah uang harus dipersiapkan untuk mahar, resepsi di rumah kedua belah pihak, budget untuk dekorasi, cetak undangan, seserahan, souvenir dan lain sebagainya. Belum lagi jika ada perbedaan adat dan prosesi pernikahan.

Misalnya saja mahar untuk menikahi seorang perempuan Aceh berbeda dengan perempuan di Jawa. Jika di Jawa mahar yang diberikan dalam bentuk uang tunai, menikahi wanita Aceh justru harus memberinya mahar emas.

Jika kamu dan pasangan kamu mengalaminya, terbukalah satu sama lain. Menabunglah sama-sama untuk hari bahagia yang ditunggu bersama. Memang sudah jadi rahasia umum mempelai pria yang lebih banyak menanggung biaya pernikahan. Namun, apa salahnya mempelai wanita membantu agar impian itu bisa disegerakan.

Tiba-Tiba Merasa Ragu

“Ah, benarkah ini keputusanku untuk menikahi dia? Benarkah nanti aku akan bahagia hidup seatap dengannya?”, small voice begini adalah cobaan menjelang pernikahan selanjutnya yang akan sering muncul di kepala keduanya. Kamu akan meragukan pasangan kamu apakah dia benar-benar bisa menjadi teman hidup kamu selamanya? Di kasus yang lain justru kamu yang akan merasa ragu dengan diri sendiri. Merasa kamu bukan orang yang tepat untuk pasanganmu.

Jika ini kamu alami, jangan serta merta memutuskan hubungan dengan pasangan kamu. Lihatlah kebaikannya dan kenali kelebihan yang ada pada diri kamu sendiri agar kamu merasa pantas mendamping dia.

Ingat, nggak ada pasangan yang sempurna di dunia ini. Kadang persamaan nggak melulu menjadi hal yang akan mempersatukan dua insan, kadang perbedaanlah yang mampu mengikat keduanya. Perbedaan ini nantinya berperan untuk mengisi satu sama lain. Biarkan rasa percayaterhadap pasangan tumbuh secara alami.

Bertengkar karena Masalah Sepele

Cobaan menjelang pernikahan yang hampir setiap hari terjadi adalah bertengkar dengan pasangan hanya karena hal sepele. Hal ini karena masing-masing calon mempelai mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap kekasihnya.

Misalnya saja, seorang cewek mulai mood swing hanya karena sang pacar telat membalas chat atau nggak berkabar seharian karena si cowok sibuk dengan pekerjaan kantor. Pada sisi lain, si cowok berharap di cewek mengerti keadaan dan paham bahwa si cowok bekerja ya untuk segera menghalalkan kekasihnya.

Kasus lain, pertengkaran sering terjadi karena keduanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing hingga susah mencocokkan waktu untuk mengurus hal-hal terkait pernikahan seperti survey pelaminan, fitting baju, menentukan tamu undangan dan lain sebagainya.

Sesekali bertengkar karena perbedaan pendapat itu boleh. Hanya saja, jika intensitas ngambeknya sudah terlalu tinggi, lakukanlah me time sebentar untuk recharge kembali dan kemudian bisa berdiskusi lagi dengan baik.

Apapun cobaan menjelang pernikahan yang sedang kamu alami sekarang, percayalah bahwa ribut bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan. Berusahalah mengkomunikasikan sekecil apapun hal yang dirasakan dan update terus progres persiapan pernikahan dengan pasangan kamu untuk menghindari pertengkaran.

6 Shares:
26 comments
  1. Betul banget, Mba Jasmi. Dulu jelang menikah, ada-ada aja. Dari yang fiting baju gak pas terus jadi masalah, terus tiba-tiba mantan saya tanya kabar. Terus mau pulang, udah ini dan itu. Kudu nyiapin hati yang sangat sabar dan jangan tergoyahkan.

  2. hahaha benar sekali ini mbak
    semuanya hampir aku alami pas mau nikah dulu
    beruntung masih jodoh,jadi semua bisa terlalu
    pernikahan pun tetap terlaksana

  3. Haha, baca ini serius balik ke kenangan 11 tahun lalu kak Jasmi. Hampir semua ini menjadi cobaan buat kami. Entah kenapa ya, saat mau nikah justru lebih sering berantem ya..
    Kalo dulu menganggap ini caranya setan aja biar kita gak bersatu. Eeehehe

  4. kalau aku dulu sih campur tangan keluarga jauh. Seperti om dan tante yang sepertinya lebih ribet dari kedua orang tua. Aturannya banyak padahal yang punya acara kita…. yang ngeluarin biaya juga kita… super repot hehehe

  5. Aku dulu bertengkar karena masalah seple. Duh rasanya malu juga sih kalau diingat-ingat. Dilain pihak soal keluarga, untugnya aku saat itu nggak tahu kalau keluarga calon suami sebenarnya masih belum semua fix. Haha

  6. Hehe.. Aku dulu juga gitu. Kadang masalah sepele udah bikin baper banget. Alhamdulillah sekarang udah berjalan hampir 14 tahun. Semakin lama rasanya semakin tenang. Gak gampang panik kayak dulu. Sekarang mah ketawa aja klo inget masa lalu

  7. Perlu tekad kuat kalau udah gini ya, supaya cobaan disuruh lewat aja dah, engga usah mampir-mampir. Bahkan friksi bukan antara calon yang mau menikah, tetapi justru datang dari orang tua. Semoga dilancarkan deh yang mau menikah. Buang jauh-jauh si Cobaan tuuuh…

  8. Ada ya godaan jelang menikah dari mantan atau orang ketiga? πŸ˜€
    Kalau terjadi di aku, aku ga bakal peduli mau digoda kayak apa juga, karena bagiku ketika sudah memutuskan akan menikah dan seseorang dan tinggal menghitung hari menunggu hari H, artinya aku udah teguh dan mantap dengan pilihanku tsb, ada godaan segede gunung ga akan mampu menghalangiku :))

    Semoga tiap pasangan yang akan menikah, terhindar dari berbagai godaan yang sifatnya hendak memporak-porandakan rencana yang telah disusun matang. Semoga Allah selalu berikan hal baik pada jalan terbaik πŸ™‚

  9. Masalah pranikah ini memang pernah saya dengar. EH ya, saya juga mengalami sih. Hehe.. Terutama poin terakhir dan persoalan resepsi. Bukan hanya saya sih, banyak orang mengalami ini dan ini tuh benar-benar menguji kesabaran banget. Stay strong buat yg mau nikah. Semoga langgeng dan bahagia.

  10. Bertengkar karena masalah sepele itu bener banget. Dulu saya apalgi LDR Kupang-Jakarta, sementara pesta pernikahannya di Padang. Jadinya kita benar-benar cuma komunikasi lewat telepon doang. Walaupun suami bilang dia setuju-setuju saja sama pilihanku, tapi aku sempat bilang gara-gara itu dia kesannya gak care. Hehehe. Tapi ujung-ujungnya minta maaf dan mau mencoba bersama lagi.

  11. Sepanjang pengetahuan dan pengalaman saya menjadi EO dan WO pernikahan saudara-saudara saya (karena memang saya hanya menawarkan jasa khusus untuk lingkungan keluarga saja), kasus CAMPUR TANGAN KELUARGA ini yang paling sering terjadi. Apalagi jika biaya pernikahan ditanggung paling banyak oleh orang tua pengantin. Akibatnya kemauan si peyandang dana jadi prioritas yang maha penting dan senjata skak mat bagi calon pengantin. Gak terhitung adu silang pendapat hingga tangisan muncul karena hal ini.

    Belajar dari sini, akhirnya saya bertekad untuk nabung dan membiayai sendiri acara pernikahan saya. Dari hal besar sampai hal kecil sekalipun. Bebas dah mau model seperti apa acaranya. Yah disesuaikan aja dengan dana yang ada di saya dan (calon) suami waktu itu.

  12. Artikel ini jadi masukan buat daku saat nanti ke jenjang pernikahan. Semoga nggak ada halangan yang melintang, sehingga bisa dilalui dengan baik. Deg degan ya kak rasanya?

  13. Aku dulu sama yang dulu banyak banget cobaan pernikahannya. Sampai ragu juga. Akhirnya malah gak jadi padahal dah pesen-pesen seragam keluarga besar. Munhkon emang belum jodoh sama yg dulu ya , jadi meski udah mau nikah gak jadi dan ada aja cobaannya.

    Alhamdulilah yg sekarang udah 16 tahun dan tanpa pacaran dulu. Jadi gak ada galau-galauan lagi

  14. Wohoooooo…. Suka nih kalau calon mnten udah berceloteh. Tak dengerno sampe selesai mbak.

    Tapi emang loh, barisan mantan itu kok bisa bareng ya munculnya. Tahu gotu kalau yang idah move on mau diikat sama pasangan barunya. Bikin was was aja hahaha πŸ™„πŸ˜΅

  15. Saya ngakak pas baca, penyesalan itu di belakang. Kalau di awal, registrasi hahaha.
    Dan memang cobaan menjelang pernikahan itu pasti ada ya, Mbak. Dan inilah tantangan awal sebelum masuk gerbang pernikahan. Insya Allah semua ada solusinya dan bisa diselesaikan dengan jalan terbaik.

  16. Perbedaan dalam pernikahan justru bisa menjadi perekat karena manusia dipasangkan untuk saling melengkapi. Apa jadinya kalau sama-sama cerewet, atau sama-sama pendiam, kan gak lucu jadinya Mbak. πŸ˜€
    Asal tidak ada orang ketiga, atau keempat *eh dan bukan karena KDRT, suatu hubungan selayaknya terus diperjuangkan sampai titik darah penghabisan. πŸ™‚

  17. Paling sering kayaknya masalah biaya pernikahan. Apalagi kalau rencananya terlalu dekat. Iya kalo tabungannya banyak, lah kalau tipis kayak kertas, pasti kelimpungan nyari dananya. Apalagi biaya resepsi sekarang ini mahal.

    Kalau mantan mah harus dipendem dulu, biar nggak keinget lagi. hehehe….

  18. Wkwkqkwk relateee banget dgn artikel iniii

    Yap. Yg namanya mau berbuat baik tuh adaaa aja challenge/godaannya

    Daku juga gitu dulu pas jelang nikah, mak bedunduk cowo2 dari masa lalu kok.pada datang qkqkqk

    Bismillah, semoga semuaaa dimudahkan yaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like