Setiap orang pasti pernah dan punya cara sendiri untuk menyembuhkan patah hati. Patah hati adalah sebuah kewajaran karena dalam sebuah hubungan, perpisahan kadang nggak bisa dielakkan.

Patah hati memang bukan melulu tentang hubungan percintaan. Nggak diterima masuk di kampus favorit atau gagal kerja di perusahaan incaran juga bisa disebut patah hati. Nggak bisa beli barang yang diinginkan karna keburu sold out juga masuk dalam kategori ini. Lantas bedanya sama kecewa apa? Patah hati atau kecewa bagiku ya sama saja, sama-sama sakit.

Apa kamu pernah patah hati? Sebagian besar orang pasti akan menjawab IYA. Aku pun sama. Beberapa kali sempat patah hati, mulai dari ditinggal nikah sama mas pacar hingga kejadian nggak jadi lamaran beberapa waktu yang lalu. Saat itu lah aku tau ternyata patah hati itu sembriwing banget sakitnya.

Menyembuhkan patah hati memang bukan perkara yang gampang. Nggak semudah bim salabim abrakadabra terus semua luka hilang seketika. Ada saat di mana luka itu harus membekas lama dan butuh waktu untuk menghapusnya.

Jujur aja, banyak dari temanku yang patah hati, bahkan aku sendiri, akan melewati fase terpuruk. Fase di mana hari-harinya merasa sepi padahal banyak sahabat yang membantu menyembuhkan patah hatinya. Ada saat di mana kita terbangun tengah malam kemudian memeriksa ponsel berharap ada pesan masuk ngajak balikan atau minta maaf.

Tapi nyatanya itu cuma ingin kita saja. Pada akhirnya, bulir air mata jatuh lagi bikin kusut muka. Air mata dan ingus sudah bercampur aduk menandakan betapa sedihnya kita. Kadang untuk bernafaspun jadi susah sangking sesaknya dada. Saat itu, yang ada hanyalah diri kita sendiri dan Tuhan yang mampu membantu kita untuk merasa lega.

Mungkin sebagian orang akan merasa, ‘ah, gitu kejadiannya kok lebay, ya! Aku kok B aja tuh kalau diputusin pacar’. Memang patah hati itu bikin alay dan lebay, kakak. Dan nggak semua orang punya healing process yang sama dengan orang yang cepat banget move on nya. Bagi orang yang udah terbiasa dan punya gelar ‘way too good in goodbye’ memang perkara patah hati bukan hal sulit, tapi bagi mereka yang jarang bahkan tidak pernah gimana? Menyembuhkan patah hati tentu sangat sulit bagi mereka.

Wah, kenapa jadi putis sekali yak! But, emang benar bahwa urusan patah hati ini nggak bisa dianggap sepele. Goresan yang ada bahkan bisa berdampak pada kesehatan mental seseorang. Justru itu, sebelum makin runyam, ada baiknya kita pelajari 6 cara menyembuhkan patah hati seperti berikut ini.

salah satu cara menyembuhkan patah hati adalah dengan berdamai dengan diri sendiri

 

Dengarkan teman-teman kamu. Tapi…

Saat patah hati, kamu pasti akan bercerita pada teman-teman dekat kamu untuk membantu menyembuhkan patah hati. Teman-teman kamu juga akan menasehati kamu dan menyemangati ‘ini semua bukan salah kamu. Jadi, tetaplah semangat!’.

Kamu akan mendapatkan masukan dari orang-orang terdekat. Tapiiii… keputusan ada di tangan kamu sendiri. Langkah apa yang harus kamu lakukan ke depannya adalah yang sesuai dengan kata hati kamu, tentu setelah mempertimbangkan nasihat-nasihat yang ada. Cara seperti apa yang sesuai untuk kamu lakukan untuk move on, hanya kamu sendiri yang tau.

Kadang ada sebagian teman yang meminta kamu untuk cepat sembuh dari luka. Jika kamu nggak bisa seinstant itu maka percayalah bahwa proses nggak pernah mengkhianati hasil. Rasa sakit itu justru akan membuat kamu jadi makin kuat.

Pernah kan dengar kata-kata ‘nikmati aja lah rasa sakit itu’. Big NO!. Rasa sakit untuk dirasakan bukan dinikmati karna rasa sakit itu sama sekali nggak nikmat.

Jangan terlalu menikmati rasa sakit. Karna, jika sudah nyaman dengan rasa sakit, kamu akan kecanduan untuk menyakiti diri sendiri sangking nikmatnya rasa itu. Beberapa temanku pernah bilang ‘kenapa ya menyakiti diri sendiri itu menyenangkan?’ Nah, kalau udah masuk ke tahap ini, maka bisa dipastikan kondisi kesehatan mentalnya sudah nggak baik.

Konsultasi dengan pakar bila perlu

Jika kamu merasa nggak sanggup menyembuhkan patah hati sendiri, mintalah bantuan pakar seperti psikolog agar healing process bisa sedikit lebih ringan.

Berkonsultasi dengan psikolog untuk menyembuhkan patah hati bagi sebagian orang memang agak tabu. Namun, siapa sangka ternyata dengan bercerita dengan pakar, akan mencegah kamu terpuruk lebih dalam.

Ajak lah seorang teman atau saudara yang kamu percaya untuk menemanimu ke psikolog terdekat. Carilah psikolog yang tepat untuk karakter kamu dan bisa membuat kamu nyaman agar kamu bisa bercerita dengan runut dan terbuka.

Aku pun pernah mengunjungi seorang psikolog saat aku patah hati hebat beberapa tahun yang lalu. Dan aku akui proses penyembuhannya jadi lebih asik karena aku punya teman cerita yang benar-benar memahami aku. Psikolog kemudian menyarankan aku melakukan beberapa hal yang bisa aku lakukan untuk move on termasuk melakukan hobi salah satunya.

Cara menyembuhkan patah hati adalah dengan belajar dari kisah orang lain

Ingat, kamu nggak sendiri

Patah hati ini perkara umum yang pernah dirasakan oleh semua orang di dunia. Jadi, jangan merasa paling menderita. Masih ada ratusan juta orang lainnya di luar sana yang bernasib sama seperti kamu.

Belajarlah dari orang-orang yang sudah berhasil melewati itu semua. Banyak kisah inspiratif yang bisa diambil moral of storynya. Ikutilah cara mereka melakukan pergerakan dari keterpurukan menjadi bersinar kembali jika itu sesuai dengan kondisi kamu.

Ternyata banyak kisah cinta di luar sana yang nggak berhasil dan nggak seindah fairy tale. Contohnya, drama Korea VIP dan The World of Married Couple mengajarkan kita setiap percintaan pasti ada lika-likunya dan bisa jadi pengakhirannya justru adalah perpisahan karena nggak bisa dipertahankan..

Di dalam keramaian, aku masih merasa sepi. Sendiri memikirkan kamu. Cukup! Jangan nyanyikan lagu ini saat kamu sedang patah hati karena akan memperburuk keadaan.

Kamu nggak sendiri, kamu punya banyak bala bantuan untuk membantu kamu healing. Apakah patah hati satu-satunya yang harus diurus dalam hidup kamu? Ternyata nggak! Masih ada hal lain yang perlu konsentrasi kamu untuk melakukannya. Jadi, dengan semangat untuk sembuh, kamu akan segera kembali ke keadaan normal.

Berbaiklah pada diri sendiri

Salah satu cara efektif menyembuhkan patah hati adalah dengan berdamai dengan diri sendiri. Marah, emosi dan mood swing adalah energi negatif yang justru akan membuat kondisi fisik maupun psikis kamu lebih buruk lagi. Puk-puk lah diri sendiri dan maafkan lah dia karena bisa jadi perpisahan ini bukanlah salah kamu.

Pada titik tertentu, cobalah untuk memaafkan pasangan kamu yang sudah meninggalkan kamu. Memaafkan akan menjadi healing yang sangat indah. Jika kamu sudah memaafkan diri sendiri dan pasangan, hidup kamu akan lebih damai.

Semakin cepat kamu memaafkan diri sendiri dan pasangan kamu, semakin cepat kamu merasa lebih baik. Bukankah pemenang sejati adalah yang bisa lebih dulu memaafkan?

Berdamai dengan diri sendiri bisa dilakukan dengan self-affirmation atau menyemangati diri sendiri dengan memberikan kata-kata positif untuk diri sendiri. Katakan setiap hari bahwa kamu cantik, kamu menarik, kamu pantas mendapatkan yang lebih baik di depan kaca.

Menjadi lebih baik adalah balas dendam terbaik

Hal lain yang bisa kamu lakukan untuk menyembuhkan patah hati adalah dengan menjadi lebih baik dalam hidup, entah dalam hal karir, pekerjaan, salary, pendidikan, hobi, atau pencapaian lainnya.

Buat mantan kamu menyesal karena telah memutuskan hubungan denganmu dengan cara menjadi lebih baik, lebih sukses.

Pasti kamu setuju dengan statement yang ini. Paham inilah yang sering dianut oleh barisan para mantan yang patah hati untuk bangkit dari keterpurukan. Namun, mari luruskan niat. Jadilah lebih baik untuk diri kamu sendiri dan keluarga kamu serta orang yang mencintai kamu dengan tulus.

Niatan untuk balas dendam dengan membuat mantan menyesal tentu sedikit ngeri. Tapi biarlah dia menyesal dengan sendirinya karena telah menyia-nyiakan sebongkah berlian seperti kamu.

Inilah cara paling elegan untuk tetap hidup dan berbesar hati. Bukankah kebanyakan orang menjadi lebih bersinar karena ada sesuatu yang besar dan berat menghantam mereka? Maka buktikan bahwa kamu pun bisa lebih berkilau pasca patah hati.

Buka hati kembali saat sudah benar-benar siap

Saat patah hati sebagian orang akan mencari pelampiasan dengan mencari seseorang yang baru mengisi hati mereka. Hal ini bisa saja memicu sakit yang lebih dalam. Saat kamu mengizinkan orang baru masuk ke dalam hati kamu untuk sementara saja, maka akan ada lebih banyak hati yang tersakiti.

Jadi, pastikan kamu sudah memberi cukup waktu untuk diri sendiri untuk melakukan detox emosi dan merasa lebih baik sampai kamu siap membuka hati kembali. Mencari pelampiasan memang perlu. Carilah pelampiasan pada hal-hal yang positif bukan pada orang lain yang belum tentu cocok dengan kamu.

Jadi, sudah sejauh mana proses kamu menyembuhkan patah hati? Sudahkah lebih baik sekarang? Aku harap, aku, kamu dan kita cepat bisa melewati ini semua dan kembali sembuh dari patah hati ya. Tetap semangat!!

 

 

4 Shares:
2 comments
  1. Nah, setiap orang punya healing process yang berbeda. Aku turut senang kalau kamu udah punya pattern kamu sendiri untuk menyembuhkan patah hati. Semoga gak ada lagi patah hati yang dialami ya. Aku juga udah capek dengan sakitnya walaupun aku hafal banget rasanya gimana. hehehe

  2. Pernah banget ngerasain ini :(. Zaman masih pacaran. Dan aku hrs akuin dulu caraku ga bagus sih, pelampiasan ke cowo lain dan bbrp bulan kemudian aku gantian putusin :(. Nyesel kalo diinget skr.

    Skr, kalo seandainya ngalamin patah hati ato kekecewaan besar lagi, aku LBH suka ngaduin dulu semuanya ke Atas. Nangis Ampe puas, keluarin yg dirasain, dan biasanya enakan. Setelah itu baru mulai bisa berfikir salahnya ada di mana. Syukur2 bisa cari solusi harus ngapain.

    Kalopun seandainya solusi blm bisa ketemu, aku biasanya ngelakuin hobi juga, traveling. Ga ush jauh, yg Deket pun jadi. Ajak temen. Biar ada temen ketawa :). Dan itu selalu efektif buatku mba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like