Apa yang kamu bayangkan ketika mendengar kata detoks emosi? Detoks seringkali dihubungkan dengan diet. Detoks adalah proses keluarnya racun dari tubuh dan tentu menyehatkan. Biasanya orang diet nih suka sebut-sebut detoks tubuh. Sampai ada beredar resep infus water yang bisa bikin sampah dalam tubuh bersih semua.

Sama dengan emosi, perlu didetoks juga agar sampah-sampah negatif dalam pikiran yang membebani hati itu bisa dilepaskan. Sapu bersihlah istilahnya. Kenapa harus melakukan detoks emosi? Ya supaya beban pikiran kamu jadi lebih ringan. Sekayak udah nggak ada lagi yang mengganjal, dan kamu bisa melanjutkan hidup kamu dengan damai.

Lantas racun emosi ini berasal dari mana? Ya namanya juga manusia pasti nggak pernah lepas dari permasalahan, entah yang berhubungan dengan keluarga, hubungan percintaan, finansial, karir, dan lain sebagainya. Masalah-masalah ini ada yang terselesaikan dengan baik, ada juga yang justru tidak ada penyelesaian sehingga menjadi memori yang nggak menyenangkan di alam bawah sadar kita.

salah satu cara detoks emosi adalah dengan meditasi

Beberapa kejadian yang menyakitkan yang berujung trauma juga disebut sampah emosi. Trauma ini bahkan disebut sampah yang paling berat karena memberikan luka batin yang nggak kunjung sembuh. Untuk healing dari trauma ini juga ada teknik tersendiri. Baiknya sih langsung minta bantuan pakar.

Jika sampah ini semakin ditumpuk, dada jadi makin sesak, pikiran jadi makin kusut, otak nggak sanggup diajak mikir banyak hal. Walhasil, kerjaan jadi stuck, hidup jadi berantakan, hilangnya motivasi karena nggak tau mau menyelesaikan yang mana dulu. Intinya, keseimbangan hidup hancur.

Belum lagi jadi baper dan emosional. Pantang disenggol, langsung dibacok gitu kan ya. Sensi aja sih bawaannya, dan udah tau kan kalau sensi gini nggak baik untuk diri sendiri dan juga untuk kemaslahatan umat. Oleh itu, jika kamu merasa gejala di atas dan memiliki sampah-sampah emosi yang belum semuanya dibakar, sebaiknya kamu tahu cara detoks emosi yang tepat yang sesuai dengan diri kamu sendiri.

Cara Detoks Emosi dengan Mudah

Sebenarnya, detoks emosi gampang banget dilakukan asal punya niat dan komitmen untuk melakukannya. Untuk beberapa permasalahan berat memang mungkin nggak segampang itu ya. Pastilah butuh proses untuk akhirnya terlepas dari emosi negatif ini. Namun, nggak ada salahnya mencoba beberapa cara detoks emosi di bawah ini yang mungkin bisa membantu kamu merasa lebih bahagia.

It’s Okay Not to be Okay

Cara detoks emosi yang pertama adalah kenali emosi kamu sendiri. Pahami apa yang benar-benar kamu rasakan. Kamu mungkin sering mendengar kata-kata ‘Jangan nangis, kamu kuat. Jangan sedih, ini akan berakhir’. Sekilas ini adalah kata-kata motivasi diri yang ampuh untuk kamu melalui masalah yang sedang kamu hadapi. Tapi ini bisa jadi bumerang.

Kata-kata ini menunjukkan bahwa kamu berpura-pura untuk kuat dan baik-baik saja sebenarnya yang terjadi adalah sebaliknya. Kamu sedang tidak baik-baik saja dan it’s okay, nggak masalah. Berdamai dengan perasaan sendiri sepahit apapun itu. Ketika kamu tau bahwa kamu sedang nggak dalam kondisi yang baik, kamu akan tahu bagaimana melepaskannya.

Setelah kamu membuang segala emosi negatif itu dan kamu bisa tersenyum kembali dengan perasaan yang tulus, berterima kasihlah kepada diri sendiri karena sudah kuat melewatinya. Berterima kasih juga karena sudah mau diajak kerja sama untuk mengakhiri keadaan yang tidak menyenangkan dan tidak menangis terlalu lama.

meditasi adalah salah satu cara detoks emosi terbaik
meditasi adalah salah satu cara detoks emosi terbaik

Meditasi

Detoks emosi dengan cara meditasi mungkin sudah banyak dibahas. Meditasi adalah proses membuat pikiran dan tubuh menjadi tenang dan relaks. Kunci utama dalam meditasi adalah pengaturan nafas yang baik dan menghadirkan diri kamu saat itu juga. Jadi fokusnya ya ke masa sekarang, bukan masa lalu atau masa depan.

Meditasi ini bisa membantu banget untuk membuang energi-energi negatif yang nggak perlu. Kadang manusia sering memikirkan hal-hal yang nggak perlu dipikirkan. Nah, dengan meditasi, perkara yang bikin ‘kotor’ emosi bisa dibersihkan. Kamu bisa jadi lebih nyaman dengan diri sendiri dan bisa lebih bersyukur lagi.

Meditasi ini baiknya dilakukan setiap hari, karena ada saja kejadian yang bikin hati nggak enak hari ke hari. Dan kunci meditasi adalah sabar dan tekun. Jika dilakukan rutin sesuai dengan jadwalnya, kamu akan benar-benar merasakan manfaatnya. Kamu bisa bergabung di komunitas-komunitas meditasi untuk hasil yang maksimal karena memang ada mentor yang mengarahkan.

Temukan Kegiatan Antisipasi

temukan kegiatan antisipasi untuk mencegah luapan emosi yang lebih besar
Jalan-jalan di taman untuk menurunkan emosi yang sedang meluap
Kegiatan antisipasi ini adalah kegiatan yang kamu lakukan untuk menanggulangi perasaan negatif yang muncul sebagai antisipasi perasaan itu tidak menjadi lebih besar. Misal, kamu sedang marah dengan seseorang, alih-alih langsung membentaknya, kamu bisa pergi sejenak, jalan-jalan di taman tanpa alas kaki. Nanti, ketika emosi kamu agak turun, baru deh dibicarakan dengan orang tersebut apa yang membuat kamu marah. Ingat, mencak-mencak bukan cara terbaik untuk melepaskan emosi kamu yang meluap. Itu hanya akan menimbulkan masalah lainnya.
Contoh lain, saat kamu kecewa dengan nilai ujian kamu yang turun, kamu bisa tidur seharian. Kemudian, saat bangun nanti, cobalah meninjau ulang apa kesalahan yang kamu buat sehingga nilai kamu nggak seperti yang kamu harapkan. Apakah kamu sudah belajar dengan benar atau belum.

Catat Pengalaman Menyakitkan

Cara detoks emosi lainnya adalah dengan menulis apa saya kejadian yang menyakitkan bagimu. Beberapa kejadian mungkin memerlukan bantuan profesional untuk menyelesaikannya. namun, sebagian lainnya bisa kamu buang dengan usaha kamu sendiri.
Menuliskan pengalaman menyakitkan juga akan membantu kamu menemukan cara kamu merespon suatu kejadian. Misal, jika teman kamu membahas sesuatu yang nggak sengaja berhubungan dengan kejadian pahit yang kamu alami, bagaimana kamu meresponnya. Apakah kamu akan marah kemudian nggak mau melanjutkan pembahaan atau justru kamu menemukan penguatan padanya.
Jadi, mencatat pengalaman menyakitkan adalah cara agar kamu tahu apa aja sih yang mengganggu pikiran kamu dan kestabilan emosi kamu selama ini.

Minta Bantuan

Detoks emosi kadang sulit untuk dilakukan sendirian hingga kamu butuh bantuan. Bantuan ini bisa saja berasal dari orang terdekat yang kamu percaya seperti sahabat dan keluarga. Untuk kasus yang lebih berat, kamu mungkin bisa meminta bantuan dari psikolog dan psikiater.
Untuk jadi lebih bahagia dan membatasi diri dari perasaan negatif adalah dengan menerima kenyataan, accept thing as it is. Namun, kadang ada kenyataan yang memang nggak bisa kamu terima apa adanya dan kamu juga nggak tahu harus apa untuk mengubahnya. Untuk itu, carilah bantuan, berbicaralah dengan teman. Ini akan sedikit membantu kamu melepaskan beban pikiran.
Detoks emosi penting untuk dilakukan agar kamu merasa lebih damai dan bahagia. Cara detoks emosi juga berbeda-beda disesuaikan saja dengan keinginan kamu asal sabar dan konsisten adalah kuncinya. Kamu bisa melepaskan emosi negatif dengan cara menerima perasaan itu agar bisa berdamai dengannya, rutin melakukan meditasi, menyiapkan ancang-ancang atau antisipasi, mencatat pengalaman-pengalaman menyakitkan dan meminta bantuan jika diperlukan.
0 Shares:
43 comments
  1. Wah cocok nih buat aku mba..aku mau cobain deh tips2nya. Ma kasih yah mba..aku bener2 orang nya emosian banget nih. Dikit2 yang tidak sesuai diaku bikin emosi. Perlu banget nih detoks emosi

  2. pas agak awal2 baca kata It’s Okay Not to be Okay jadi keinget sama drakor nya deh kak. hihi
    maafkan aku yang melenceng.
    cuma emosi wajib dikelolah dengan baik juga sih kak biar nggak meledak tiba2. bahaya

  3. Tahun2 kemarin aku sudah menemukan cara detoks emosi sampai benar2 ilang itu marah meledak2. Tapi begitu negara api menyerah *halah* mulai lagi deh ada emosi ringan dan sedang yg kadang aku tahan sampai pusing sendiri.

    Ya mau gimana, sudah selama ini di rumah saja 24/7 sama anak2 ga kepisah sama sekali, ga ada kegiatan yg bisa menghasilkan hormon oksitoksin. Tapi untungnya udah sadar sejak masuk semester awal ini, dan mulai longgar lagi. Pandemic fatigue ini bikin merembet kemana2 soalnya

  4. Kl salat tahajud bs dibilang ada segi meditasinya jg ya Mbak,, setelah salatnya kan kita berdoa, merenungi apa yg sudah terjadi dalam hidup, dan minta diberikan kemudahan menghadapi hari esok, insyaallah emosi negatif menjauh.

  5. Aku mau ngacung kak.. sering kelepasan emosi nih menghadapi anak-anak.
    Kadang merasa bersalah karena udah over merepet sepanjang hari. Tiap malam selalu terbayang kelakuan di pagi hari. Anehnya tiap pagi diulang kembali. Hikssss aku pengen berubah actually.

  6. Ngomongin detox emosi, beberapa bulan lalu aku sampai konsul sama tante yang profesinya psikolog. Hihi.

    Soalnya emoai itu sudah diluar batas wajar diriku. Kalai salah satunya dengan meditasi, nah itu benar banget ya kak.

  7. Di masa sulit seperti sekarang saya merasakan betul manfaat dari detox emosi ini karena kalau sudah meluap beneran berbahaya buat diri saya sendiri dan anak-anak. Biasanya saya pilih meditasi saja sambil yoga. Atau enggak, saya bawa olahraga aja karena saat berkeringat rasanya pikiran lebih segar dan beban hidup kayak ikutan rontok semua.

  8. Bermanfaat banget tulisannya, di masa sekarang dimana terasa begitu banyak tekanan di berbagai sisi.
    Healing yg saya lakukan sebelumnya lebih ke traveling itu cukup ampuh utk merefreshkan sejenak
    Tapi saat ini juga kian sulit rasanya.
    Jadi alternatif nya ya dengan melakukan kesukaan nonton atau menulis. Utk meditasi atau yoga. Aku masih kurang dapat konsentrasi

  9. Its okay not to be okay. Nggak ada yang sempurna di dunia ini. Maka, nggak esmoni jika ada yang nggak baik-baik saja di dalam diri. Hanya temukan penyebab dan perbaiki.

    Wah, kadang aku juga merasa bahwa aku juga butuh detoks emosi. Biar nggak jelek jiwa raga, Hehehe

  10. Banyak langkah untuk detoks emosi itu ya Kak. Jalan-jalan ke taman merupakan salah satunya. Iya nih, aku lagi suka jalan pagi. Kayaknya enak aja engga mikir apa-apa, cuma jalan keliling kompleks aja, sambil menghirup udara pagi. Menulis juga salah satu detoks nih…Baiqlah…

  11. Aku detoksnya dengan cara meminta bantuan, Seperti mengobrol dengan orang lain dengan apa yang dirasakan tanpa dihakimi. Atau hanya lewat chat saja. Biasanya akan menemukan benang merah untuk melepaskan emosi-emosi yang berlebihan agar biasa saja..

  12. Penting banget itu DETOKS hati, emosi dan pikiran. Harus segera dituntaskan saya hal itu terjadi agar tidak menimbulkan efek yang berlarut-larut di dalam jiwa. Karena kita semua pasti paham, apapun yang kita kerjakan hasilnya akan maksimal dan menyenangkan jika pikiran kita sehat dan nyaman serta hidup kita bahagia.

  13. Wahhh nice artikel pas banget buat panduan aku yg lagi butuh healing. Emang kudu butuh detox buat ngilangin racun emosi yang lagiga stabil gara2 konflik nih… thanks kaka

  14. emosi itu memang harus ditreatment yaa, apalagi kalo sudah meledak-ledak or malah dipendam gak sehat juga sih tuh, klo dari ajaran agama sih katanya, coba ubah posisi tubuh, dari tiduran jadi duduk, dari duduk jadi berdiri katanya efektif meredakan emosi

  15. Saat membaca kata detoks, saya malah kebayang perawatan wajah, Mbak Jasmi hahaha.
    Tapi detoks emosi ini memang sangat wajib. Dan kalau saya, saya memang melakukan hal-hal yang menyenangkan. Misalnya jalan-jalan ke wisata alam. Terus menulis juga jadi solusi saya.

  16. Kalau saya lumayan bisa kendalikan emosi Mom. Sebenarnya bukan kendalikan juga sih, lebih tepatnya menahan, hingga suatu saat meledak ke permukaan bumi. Tapi biasanya lumayan lama saya menahan baru meledak, hihihii. Coba ntar belajar detox dulu deh, heheee.

  17. mungkin karena keluarga saya termasuk emosian, sayapun dulu begitu

    Tapi sering menyesal sesudahnya

    saya belajar mengontrol emosi setelah masuk Islam, ustaz yang ngajarin

    step by step, jangan ngoyo katanya.

    Alhamdulilah sekarang udah nggak segalak dulu 😀 😀

  18. I choose meditasi, kak.

    Tapi kalau sumpeknya udah level maksimal. Ya butuh bantuan alias curhat dan distraksi juga. Supaya apa? Supaya tetap waras of course!

  19. Gak ada cara terakhir nih? KABUR dari pusat emosi. Kalo emosi karena anak, emak langsung lari ke kamar dan baringan bobok bentar. Kalo emosi karena kerjaan rumah tangga, emak kabur melalak bentar keluar rumah, makan kek, nonton kek. Anak-anak titip neneknya. Hihihi. Banyak cara detoks emosi dan pilih yang kita gampang lakuinnya.

  20. aku pertama liat gambarnya langsung ngakak. asli, ini gambar berhasil meredakan ketegangan haha.. mungkin aku perlu print dan pasang di dinding. tampang ibu meong kalo lagi esmosih hihihi

    hari2 ini mestinya lebih serius utk melakukan meditasi. tp masih belum asik…

  21. Detoks emosi tentu penting. Karena gak baik juga terus dibiarkan menumpuk. Khawatir nantia suatu saat jadi meledak. Tips-tipsnya saya setuju. Saya pun sesekali mencoba untuk detoks emosi

  22. Wah ada ya ternyata detoks emosi, boleh juga caranyta aku ikuti, kadang memang emosi suka muncul juga. Meditasi aku ganti yoga atau olahraga itu bekerja banget di aku jadi lebih tenang

  23. Salah satu eh salah dua yg saya sering lakukan juga ialah jalan jalan dan menuliskannya atas kejadian yg bikin tidak enak atau bikin kita harus membersihkan diri luar dalam. Setelah melakukan dua itu, biasanya rasanya lebih ringan, pikiran kembali bisa fokus. Semoga selanjutnya pengalaman baik yg selalu kita dapat ya…

  24. Kalau saya biasanya nulis di selembar kertas. Saya “muntahi” emosi saya di situ, terus saya hancurin deh kertasnya,hehehe selama ini masalah-masalah saya relatif enteng sih. Alhamdulillah cara begitu terbilang efektif, hehe

  25. Emosi nggak hanya bikin sakit kepala biasa tapi juga sekaligus migren. Bener nih tips detoks emosinya, palingan yang meditasi daku ganti jadi dzikiran, biar lebih plong jiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like