Apa yang terlintas dipikaran kamu saat mendengar kata ‘PIDIE‘? Pantai Pelangi depan Pendopo? Pantai Mantak Tari? Air Terjun Tangse yang natural? Stadiun sepakbola Kuta Asan yang jadi kebangaan awak Pidie? Mie Caluek Grong-Grong? Mie Bieng Cek Baha? Adee Kembang Tanjong?
Betul. Semua itu hanya bisa kamu temukan di Pidie, sebuah kabupaten di Provinsi Aceh yang kaya akan kulinernya. Berbicara kuliner yang ada di Kabupaten Pidie tentu tidak akan ada habisnya. Beberapa diantaranya sudah saya sebutkan dan saya deskripsikan di postingan saya sebelumnya tentang apa yang dirindukan dari Sigli. 
Tentu masih ada berjuta kuliner lain di Pidie yang harus diicip. Bagi kamu yang mengaku kaki kuliner, maka Pidie adalah tempat yang sesuai untuk kamu singgahi. 
Nah, pada postingan kali ini, saya akan memperkenalkan salah satu penganan khas Pidie yang jadi incaran warga setiap harinya. Rasanya manis, teksturnya legit dan lembut, berwarna kuning, digulung sebesar jari telunjuk (atau bisa jadi lebih besar), apalagi kalau bukan Adee Kembang Tanjong atau nama lainnya Adee Ie Leubeu, salah satu penganan lokal rasa internasional.

Kenapa disebut Adee Kembang Tanjong? 

Ya, sesuai dengan namanya, kue ini hanya diproduksi di satu kecamatan di daerah pesisir Pidie yaitu Kecamatan Kembang Tanjong. Tidak heran pada bulan Ramadhan Pasar Kecamatan disini akan ramai dikunjungi setiap harinya (menjelang buka puasa). Tidak hanya warga tempatan, warga dari kecamatan lain pun datang demi mendapatkan kue ini sebagai takjil berbuka puasa.
Adee ini dijual per paket kecil. Satu paket kecil berisi 10 gulung Adee. Harganya juga terjangkau, cukup membayar Rp. 5.000,- kamu sudah bisa menikmati kelezatan Adee Kembang Tanjong ini. Murah sekali, bukan? ‘Sekali makan bikin ketagihan’, mungkin itu slogan yang tepat untuk kue ini. 

Uniknya…

Well, memang ada banyak jenis kue Adee di Pidie dengan beragam warna. Ada yang berwarna kuning tipis dan lebar dengan taburan bawang goreng diatasnya, ada juga yang berwarna putih. Nah, apa yang membuat Adee Kembang Tanjong ini unik? Selain dari bentuknya yang digulung kecil-kecil, ternyata cara memakannya juga bervariasai.
Bagi mereka yang suka makanan manis-manis, Adee ini bisa dimakan begitu saya dengan secangkir teh hangat. Bagi mereka yang kurang suka rasa manis, Adee ini bisa dimakan sekaligus dengan Payeh (Pulut Bakar_Red). Gimana? Atau tertarik untuk mencoba kedua-dua caranya? Tidak hanya di pasar kecamatan, Adee ini juga dijual di banyak Keudee Kupi (Warung Kopi) di seputaran Kembang Tanjong. Jadi mudah sekali mendapatkannya.

Hanya dijual di pasar kecamatan saja


Tapi sayang sekali, pasaran kue seenak ini hanya terbatas diseputaran Kembang Tanjong saja. Mudah bagi warga lokal untuk mendapatkannya, namun agak terkendala bagi mereka yang berasal dari luar kecamatan Kembang Tanjong. Saya pribadi yang berdomisili diseputaran kota Sigli merasa direpotkan untuk bisa menikmati kue ini karena tempatnya yang lumayan jauh.

Bagaimana seharusnya kue ini dipasarkan? 

Saya sempat berdisukusi dengan beberapa teman tentang perkembangan pemasaran kue ini. Jadi, semua orang peminat kue ini bisa mendapatkannya dengan mudah. Dengan mudahnya akses, maka omset penjualan meningkat. Ini sangat menguntungkan bagi mereka para penjual.
Belajar dari Adee Meureudu yang dijual sepanjang jalan Banda Aceh-Medan, penjual bisa mendapat omset tinggi setiap hari. Ini dikarenakan tempat pemasarannya lebih strategis sehingga ramai pembeli dari luar daerah yang singgah untuk membeli. Saya kemudian bertanya, kenapa Adee Kembang Tanjong ini tidak dipasarkan di gerai-gerai seperti itu? Kenapa kue ini tidak dijual di supermarket-supermarket atau toko-toko kue di Kota Sigli?
Cara lain yang bisa dilakukan untuk mempromosi Adee Kembang Tanjong adalah dengan mengikutsertakan kue ini pada event-event pariwisata atau kuliner baik tingkat nasional maupun internasional. Apalagi sekarang Aceh dinobatkan sebagai salah satu destinasi wisata halal 2017, maka ini merupakan kesempatan besar bagi pemerintah Pidie untuk memperkenalkan Adee Kembang Tanjong keluar dari tempurungnya. Tentu pemerintah setempat, pemerintah pusat dan warga pembuat kue ini dapat bekerjasama untuk membangun ekonomi yang lebih baik.
Sayang sekali kalau penganan selezat ini hanya dinikmati orang lokal yang memang sudah hafal rasanya. Bagaimana kalau pemerintah juga mengajak orang luar bahkan turis mancanegara merasakan kenikmatannya? Pasti banyak sekali manfaat yang akan diterima baik warga maupun pemerintah kedepannya.

Inovasi rasa Adee Kembang Tanjong

Selanjutnya, saya juga sempat berfikir untuk menginovasi rasa kue Adee Kembang Tanjong ini tanpa mengurangi orisinalitas rasanya. Bagaimana kalau Adee ini diproduksi dengan kombinasi berbagai rasa seperti selai asoekaya (srikaya) atau selai coklat. Ini juga bisa menjadi nilai tambahnya. Hanya saja, rasa asli Adee ini juga harus tetap dipertahankan. Tidak ada salahnya bereksperimen, bukan?


Kesimpulan

Pidie adalah daerah yang kaya akan kulinernya. Tentu kuliner yang ditawarkan oleh Pidie sangat enak dan lezat. Adee Kembang Tanjong adalah salah satu dari sekian banyak penganan khas Pidie yang bisa mencuri selera. Tidak heran, orang lokal dari kecamatan lain pun ikut berburu Adee Kembang Tanjong sebagai tajilan berbuka puasa. Demi memperkenalkan kue ini ke luar daerah bahkan tingkat internasional, perlu adanya campur tanga pemerintah dalam mempromosikannya. Membantu penjual kue ini untuk memasarkannya di supermarket, mengikutsertakan dalam acara-acara kuliner bertafar nasional dan internasional, dan juga bereksperimen untuk menginovasi rasanya. 
Nah, tertarik untuk mencoba kue ini? Datang dan berkunjunglah ke Kabupaten Pidie. Kamu pasti akan disambut dngan ramah oleh penduduk lokal. Dan jangan lupa merasakan kelezatan Adee Kembang Tanjong, ya. Legit, rasa selangit. 
Tabik
Jasmi
0 Shares:
0 comments
  1. Kamu pasti suka wisata ke aceh, andi.. Kamu kan anak remaja mesjid. Hahaha..

    Bener, di Aceh juga ada namanya kopi khop. Kopi yang disajikan dengan gelas terbalik atau telungkup diatas piring kecil. Penasaran gimana cara minumnya?? Ayo datang kemari..

  2. Jadi pengen bericip makanan di Pidie nih teh. Penasaran gitu sama rasanya. Meskipun baru dengan kata Adee Kembang Tanjut atau Adee le Leubeu, ketika aku dengan kata Rasanya manis, teksturnya legit dan lembut, berwarna kuning, digulung sebesar jari telunjuk (atau bisa jadi lebih besar)

    Udah ngebayangin duduk manis sembari makan makanan itu..hehe, nemenin ngeblog juga cocok tuh..hehe. Jadi gitu karena di produksi dalam satu kecamatan Kembang Tanjong, jadilah namanya itu.

    Untuk harganya sih, terjangkau banget bagiku, tapi kalau yang dari luar kecamatan agak susah ya, Teh, gak semudah yang tinggalkan di kecamatan Kembang Tanjong. Terlebih kalau aku, yang sudah jelas dari luar kota yang berbeda. Tentu akan lebih susah ya, Teh..hehe

    Selain pengen mengunjungi wisata religinya di Aceh, seperti masjid. Bisa juga untuk beruru kuliner kalau ke Aceh ya, Teh..

  3. Keliatannya enak sekali, berarti langka sekali ya di Aceh juga. yang langka biasanya lebih enak karena tidak sembarang yang membuat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like