Siapa yang gak kenal dengan dongeng? Dongeng adalah karya sastra lama yang berisi cerita luar biasa, sarat pesan moral dan merupakan cerita fantasi. Dongeng disebut cerita yang gak benar-benar terjadi di dunia nyata. Salah satu dongeng yang terkenal di Indonesia adalah Dongeng Bawang Merah Bawang Putih yang sudah sangat dihafal alur ceritanya.

Dongeng sering dibacakan sebagai cerita pengantar tidur untuk anak-anak dan telah dijadikan salah satu style parenting yang mudah sekali diadopsi. Hanya saja di era digitalisasi sekarang ini dongeng sudah jarang dibacakan. Anak-anak lebih suka menonton TV atau video melalui smartphone. Padahal, dongeng ini banyak sekali manfaatnya untuk tumbuh kembang anak.

Membacakan dongeng gak harus melalui buku saja. Orang tua juga bisa mengimprovisasi dongengnya sendiri dengan bahasa sederhana dan berisi nasehat-nasehat hidup yang dikemas sebisa mungkin agar mudah dicerna. Pilihan dongeng juga harus disesuaikan dengan kondisi anak. Saat anak sedang sedih, orang tua bisa menceritakan dongeng yang tentang kebahagiaan. Saat anak sedang marah, misalnya, orang tua bisa memilih dongeng tentang kesabaran.

Manfaat Dongeng bagi Anak

Jika ingin anak menjadi pinta, maka bacakanlah cerita dongeng. Jika ingin anak lebih pintar lagi, bacakanlah lebih banyak cerita dongeng. – Albert Einstein –

Sebagian orangtua percaya bahwa dongeng gak terlalu penting, tapi menurut para ahli manfaat dongeng banyak sekali terutama bagi perkembangan kognitif anak-anak.  Selain membantu anak untuk bernalar dan berimajinasi, dongeng juga mampu meningkatkan kreativitas anak dan dapat membantu mengembangkan ketahanan emosional mereka. Berikut adalah beberapa keuntungan bagi anak yang didapat setelah orang tua membacakan dongeng.

  • Pengembangan Literasi Dini

Para ahli percaya bahwa melalui dongeng pengembangan literasi anak dapat meningkat secara bertahap. Anak bisa mulai mengenal huruf dan familiar dengan tulisan sejak dini. Dongeng juga dapat meningkatkan penguasaan kosakata pada anak.

Selain itu, pengembangan literasi dini pada anak dapat membantu anak berpikir logis dan kritis. Tentu ini gak hanya berguna untuk bidang akademik, tapi juga bermanfaat di bidang pengembangan bakat lainnya. Hal ini dimulai dari membiasakan membaca buku atau dongeng kepada anak terutama anak usia dini. 

  • Mengembangkan kemampuan pemecahan masalah
5 Manfaat Membacakan Dongeng Bagi Anak

Konflik yang terjadi dalam dongeng sangat relatable dalam kehidupan sehari-hari. Konflik sederahana ini bisa dijumpai si anak baik di dalam keluarga maupun dalam kehidupan sosialnya. Solusi yang diajarkan dalam dongeng juga bersifat positif. Konflik dan solusi dalam dongeng inilah yang kemudian dijadikan memori oleh si anak untuk diaplikasikan dalam kehidupannya. Anak akan terbantu untuk memecahkan masalah yang terjadi secara mandiri.

Saat anak berusaha memecahkan sebuah masalah, maka kemampuan kognitif dan afektifnya turut dikembangkan karena anak akan berpikir logis, kritis dan sistematis. Saat yang sama anak dituntut untuk berani menyelesaikan masalah dan bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan. Dalam hal ini, tentu saja orang tua tetap berperan untuk mengawasi dan membimbing anak jika diperlukan. 

  • Menjadikan anak story-teller yang baik

Melalui dongeng, anak-anak mampu mengembangkan cerita, menciptakan konflik dan solusi serta mengembangkan karakter dalam sebuah cerita. Jika kemampuan ini sudah dikuasai oleh si anak, maka dia akan menjadi story-teller yang baik di mana dia mampu berimajinasi lebih tinggi agar cerita yang disampaikan tidak biasa-biasa saja. Anak mamu memformulasikan kerangka cerita dengan spontan.

Hal ini juga harus dibarengi dengan kesempatan si anak mengeluarkan pendapat atau bertanya tentang cerita yang disampaikan oleh orang tuanya. Sesekali anak pun akan termotivasi untuk melanjutkan sebuah cerita menurut pespektifnya. 

  • Mendekatkan hubungan anak dan orang tua
5 Manfaat Membacakan Dongeng Bagi Anak

Membacakan dongeng kepada anak dapat mempererat hubungan psikologis antara orang tua dan anak. Oleh itu, membacakan dongeng harus disempatkan entah di sela waktu bermain atau di waktu menjelang tidur. Aktivitas ini akan mendekatkan antar keduanya di mana orang tua telah menjadi teman anak untuk berbagi cerita.

Kedekatan orang tua dengan anak adalah hal fundamental yang diperlukan bagi tumbuh kembang anak, pembentukan karakter dan turut juga mengembangkan kecerdasan anak. Dari sini, ikatan emosional orang tua dan anak akan tercipta yang tentunya akan berguna bagi kehidupan anak di kemudian hari. 

  • Meningkatkan minat baca anak

Membiasakan membaca dongeng kepada anak, akan membangkitkan semangat ingin tahu anak. Anak akan penasaran dengan cerita dongeng-dongeng lainnya yang menampilkan karakter dan jalan cerita berbeda hingga si anak ingin terus membaca. Saat anak sudah mencintai dunia membaca, maka tanpa disuruh pun anak akan dengan senang hati melakukannya sendiri. Justru itu, orang tua harus berperan aktif untuk mengajak anak mencintai dunia baca.

Dongeng yang Popular di Indonesia

Di Indonesia sendiri, dongeng telah disampaikan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Memang tidak dapat dipungkiri tradisi mendongeng sudah agak luntur di tengah masyarakat kita entah karena orang tua yang selalu sibuk atau sang anak lebih senang menggandrungi gadget.

Beberapa dongeng di Indonesia cukup menarik untuk dibacakan banyak lesson yang bisa kita ambil darinya. Berikut beberapa dongeng yang terkenal di Indonesia yang sudah menjadi memori kolektif bagi masyarakat karena telah hafal dengan jalan ceritanya.

5 Manfaat Membacakan Dongeng Bagi Anak

Bawang Merah dan Bawang Putih

Dongeng Bawang Merah Bawang Putih adalah dongeng di mana dua orang anak membawakan karakter yang bertolak belakang.  Bawang Putih adalah anak yang adil, jujur, rajin dan baik hati, sedangkan Bawang Merah adalah anak yang pemalas, jahat, dan sombong. Mereka tinggal dengan ibu tiri yang pilih kasih.

Bawang Putih selau mengerjakan pekerjaan rumah seerti memasak, menyapu, bahkan mencuci baju. Bawang Putih gak pernah mnegeluh dan melakukan pekerjaan dengan ikhlas. Pada suatu hari, Bawang Putih yang sedang mencuci di sungai menghilangkan selendang Bawang Merah dan mencarinya hingga ka hujung sungai dan dia bertemu dengan seorang nenek. Dia diberikan sebuah labu yang berisi perhiasan.

Bawang Merah iri dan ikut menjumpai sang nenek tu. Bawang merah memilih labu yang paling besar dan membawanya pulang. Bawang Merah terkejut saat membelah labu dan melihat isinya. Bukannya perhiasan yang didapat malah ulat labu yang banyak dan merayapi tubuhnya.

Pesan moral: Gak ada ruginya menjadi anak penurut, baik hati dan rajin karena akan mendapatkan hadiah yang layak saat itu atau nanti. Sebaliknya, anak yang jahat akan medapatkan balasan yang setimpal dengan perbuatannya. Di sini orang tua bisa mengajak si anak untuk melakukan kebaikan di manapun dan kapanpu.

Timun Mas dan Buto Ijo

Dongneg yang berasal dari Jawa Tengah ini menceritakan sepasang suami istri yang gak memiliki anak kemudian diberikan seorang anak oleh raksasa bernama Timun Mas. Timun Mas adalah anak yang periang, baik hati dan pemberani.

Saat umurnya berusia 17 tahun, Buto Ijo akan mengambil kembali Timun Mas eperti syarat yang sudah disampaikan sebelumnya. Timun Mas kemudian diminta untuk lari ke hutan oleh orang tuanya agar tidak bertemu dengn Buto Ijo. Ternyata nasib berkata lain, Timun Mas justru bertemu Buto Ijo di tengah hutan dan Timun Mas akhirnya bisa mengalahkan si raksasa.

Pesan moral: Jadilah anak pemberani yang bisa mengalahkan penjahat tanpa rasa takut. Melalui cerita ini anak juga bisa diajarkan cara mempertahankan pendapat atau membela diri asalkan dia dalam posisi yang benar.

Si Kancil dan Buaya

Dongeng ini berasal dari Bengkulu di mana ada seekor kancil yang ingin ke kampung di seberang sungai. Sesampai di sungai, si kancil melihat ada banyak sekali buaya lapar yang ingin memangsanya. Kancil pun mencari cara bagaimana agar bisa melewati buaya-buaya itu tanpa menjadi santapan empuk mereka.

Akhirnya kancil mendapat ide, Kancil mengatakan kepada buaya, karena tubuhnya yang kecil, jadi harus dibagi sama rata agar semua buaya kebagian jatahnya. Kancilpun menyuruh buaya berjejer membetuk jembatan dan Kancil mulai menghitung jumlah buaya degan meloncati tubung buaya satu persatu. Sampai akhirnya kancil sampai di kampung seberang dengan selamat tanpa dimakan oleh buaya.

Pesan moral: Kerja keras penting, kerja cerdas lebih penting. Dalam situasi apapun, jangan panik dan berusahalah berpikir positif agar muncul ide-ide cemerlang.

So, Ayah Bunda di luar sana apakah kalian tim pembaca dongeng untuk anak-anak? Atau tim yang membiarkan anak terus-terusan memegang gadget?

0 Shares:
0 comments
  1. kayaknya waktu aku kecil dulu nggak pernah di dongengin, seringnya baca dongeng sendiri waktu udah bisa baca. Baca dari majalah anak bergambar sudah bikin seneng dan membayangkan kalau cerita itu benar adanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like